JARI Soroti Minimnya Transparansi Proyek Geothermal di Halmahera, Desak Audit Lingkungan dan Penghentian Aktivitas Jika Terbukti Bermasalah

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta — Kehadiran dua proyek panas bumi (geothermal) di Maluku Utara, masing-masing oleh PT Geo Dipa Energi di Kabupaten Halmahera Barat dan PT Sumber Energi Geothermal Indonesia (SEGI) di Kabupaten Halmahera Utara, memicu keprihatinan serius dari Jaringan Aspirasi Rakyat (JARI).

Koordinator JARI, Isra Anwar, menilai bahwa kedua proyek tersebut hingga kini belum menunjukkan standar transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik yang memadai. Padahal, lokasi pengembangan berada di kawasan ekologis sensitif dan berdekatan dengan pemukiman masyarakat adat yang bergantung pada hutan dan sumber air tradisional.

JARI menyatakan publik belum memperoleh akses terhadap dokumen penting seperti AMDAL, baseline hidrologi, peta seismisitas, dan kajian perubahan tutupan lahan sebelum dan setelah eksplorasi berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Transparansi dokumen seperti AMDAL dan peta teknis adalah syarat minimum. Sampai saat ini, publik bahkan tidak diberikan akses memadai,” tegas Isra.

Ia menambahkan bahwa transparansi menjadi semakin penting mengingat intervensi geothermal dapat memicu perubahan struktur geologi, gangguan hidrologi, hingga pelepasan gas tertentu dari bawah permukaan.

Menurut Isra, meski geothermal dikenal sebagai energi rendah karbon, risikonya tidak dapat diabaikan. Sejumlah studi internasional menunjukkan bahwa pengeboran geothermal dapat mengubah konfigurasi batuan bawah tanah, memengaruhi debit mata air, hingga menurunkan kualitas sumber air.

“Penurunan debit mata air adalah ancaman nyata bagi masyarakat Halmahera, karena sebagian besar desa bertumpu pada mata air dan jaringan gravitasi sederhana,” ujarnya.

Selain persoalan lingkungan, JARI juga menyoroti dampak sosial-ekonomi. Berdasarkan kajian mereka, sebagian besar pekerjaan berkeahlian tinggi masih diisi tenaga kerja dari luar daerah, sementara masyarakat lokal hanya mendapatkan pekerjaan sebagai buruh kasar jangka pendek.

Hal ini membuat manfaat ekonomi proyek geothermal dinilai belum berpihak pada masyarakat Halmahera.

Empat Tuntutan Resmi JARI

Melalui pernyataan resminya, JARI menyampaikan empat tuntutan:

  1. PT Geo Dipa Energi dan PT SEGI wajib membuka seluruh dokumen AMDAL, peta teknis, baseline lingkungan, kajian hidrologi, dan dokumen konsultasi publik agar dapat diakses masyarakat.
  2. Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan pemerintah kabupaten terkait diminta melakukan audit lingkungan independen atas dampak eksplorasi yang sudah berjalan.
  3. Meminta perusahaan dan pemerintah menghentikan sementara aktivitas bila ditemukan indikasi awal gangguan ekologis, terutama pada mata air, hutan, dan kawasan endemik.
  4. Mengajak masyarakat tetap kritis dan aktif mengawasi ruang hidup agar pembangunan energi terbarukan tidak merusak lingkungan.

Di akhir pernyataan, Isra menegaskan bahwa proyek energi terbarukan tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan keselamatan lingkungan dan masyarakat lokal.

“Energi terbarukan adalah masa depan, tetapi masa depan itu harus dibangun dengan cara yang benar. Halmahera bukan wilayah eksperimen. Energi bersih harus lahir dari proses yang bersih, transparan, dan berpihak pada keberlanjutan,” tutupnya.

Dengan kritik keras dan tuntutan JARI ini, publik kini menunggu langkah pemerintah dan perusahaan dalam merespons kekhawatiran yang semakin menguat di Maluku Utara.(red)

Komentar

Berita Terkait

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta
Resmi Berlaku, Presiden Prabowo Bentuk Puluhan Pengadilan Baru di Berbagai Daerah
Senator Hasby Yusuf Desak Kementerian ESDM dan PLN Hentikan Krisis Listrik Gane Pasca Gempa
PT Ormat Geothermal Menangi Lelang WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat
Kejati Malut Dinilai Tak Berani Jemput Paksa Aliong Mus, Dataindo Desak KPK dan Kejagung Ambil Alih Kasus Korupsi ISDA
Hipma Halut Jakarta Rayakan Natal 2025 dengan Nuansa Kekeluargaan
Usman Mansur: Satgas PKH Harus Tegas dan Serius untuk Tuntas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di IWIP
Senator Hasby Yusuf: Kematian Warga Loloda Utara Adalah Alarm Keras, Negara Tidak Boleh Absen
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:59 WIT

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:47 WIT

Resmi Berlaku, Presiden Prabowo Bentuk Puluhan Pengadilan Baru di Berbagai Daerah

Senin, 19 Januari 2026 - 12:15 WIT

Senator Hasby Yusuf Desak Kementerian ESDM dan PLN Hentikan Krisis Listrik Gane Pasca Gempa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:33 WIT

PT Ormat Geothermal Menangi Lelang WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:39 WIT

Kejati Malut Dinilai Tak Berani Jemput Paksa Aliong Mus, Dataindo Desak KPK dan Kejagung Ambil Alih Kasus Korupsi ISDA

Rabu, 17 Desember 2025 - 09:19 WIT

Hipma Halut Jakarta Rayakan Natal 2025 dengan Nuansa Kekeluargaan

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:54 WIT

Usman Mansur: Satgas PKH Harus Tegas dan Serius untuk Tuntas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di IWIP

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:17 WIT

Senator Hasby Yusuf: Kematian Warga Loloda Utara Adalah Alarm Keras, Negara Tidak Boleh Absen

Berita Terbaru

Regional

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:24 WIT

Nasional

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Sabtu, 7 Feb 2026 - 12:59 WIT