GPMO-Malut Soroti Ketimpangan Realisasi Program PPM di Pulau Obi, Desak Bupati Halmahera Selatan Bertindak Tegas

Senin, 9 Juni 2025 - 00:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Ternate– Gerakan Persatuan Mahasiswa Obi (GPMO-Malut) kembali menyuarakan keresahan masyarakat terkait ketimpangan pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) oleh perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Melalui diskusi internal dan investigasi data yang dilakukan langsung di seluruh kecamatan di Pulau Obi, GPMO menilai bahwa tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat lokal belum dijalankan secara maksimal.

Dalam keterangannya, Ketua GPMO-Malut Rahman Udin mengungkapkan bahwa laporan pelaksanaan PPM yang disampaikan perusahaan kepada pemerintah daerah dan provinsi diduga tidak sesuai dengan realita di lapangan.

“Jika program PPM benar-benar direalisasikan sebagaimana mestinya, tentu tidak akan ada keluhan yang kami terima dari masyarakat. Ini artinya ada ketidaksesuaian antara laporan dan kondisi faktual,” tegas Rahman, Rabu (8/6/2025).

Menurut GPMO, Undang-Undang Nomor: 1806 K/30/MEM/2018 yang mengatur tentang pedoman penyusunan dan evaluasi kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara, secara tegas mewajibkan perusahaan untuk menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial di wilayah lingkar tambang. Namun, kenyataan di Pulau Obi menunjukkan masih banyak desa yang belum merasakan dampak positif dari kehadiran perusahaan tambang.

“Sudah bertahun-tahun perusahaan beroperasi, tapi kontribusi yang dirasakan masyarakat sangat minim, padahal dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan dirasakan langsung oleh warga,” tambahnya.

GPMO-Malut menilai lemahnya pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba sebagai penanggung jawab dan penasihat PPM, menjadi salah satu penyebab utama tidak efektifnya pelaksanaan program tersebut.

“Jika ada keseriusan dari Bupati, maka tidak akan ada keluhan seperti ini. Perusahaan tampak acuh dan tidak peduli terhadap masyarakat Obi,” ujar Rahman.

Atas dasar tersebut, GPMO mendesak agar Bupati Halmahera Selatan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh laporan pertanggungjawaban (LPJ) program PPM dari setiap perusahaan, sekaligus melakukan audit terhadap pimpinan program PPM yang ada di setiap perusahaan tambang di Pulau Obi.

“Kami memberikan peringatan keras. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami akan mengambil langkah tegas dengan memboikot seluruh aktivitas pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan,” pungkasnya.

GPMO menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah untuk memastikan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Obi tidak diabaikan dalam arus investasi dan eksploitasi sumber daya alam yang semakin masif.(red)

Komentar

Berita Terkait

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar
Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari
Wakil Bupati Haltim Buka Pelatihan Wirausaha Muda Pramuka Penegak
Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata
Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda
Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026
Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan
Soroti Tenaga Kerja, DPRD Haltim RDP Bersama Antam Group
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIT

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 10:38 WIT

Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari

Sabtu, 5 September 2026 - 15:51 WIT

Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata

Kamis, 3 September 2026 - 06:17 WIT

Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:49 WIT

Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:45 WIT

Soroti Tenaga Kerja, DPRD Haltim RDP Bersama Antam Group

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Warga Desa Bobo Desak Inspektorat Audit Kades Bobo, Diduga Dana Desa Tak Transparan

Berita Terbaru