Hasby Yusuf Minta Negara Berpihak pada Pelaku Ekonomi Kreatif Daerah

Rabu, 7 Mei 2025 - 13:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com |Jakarta, 7 Mei 2025 – Komite III DPD RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya. Hadir pula Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar serta jajaran pejabat Kementerian Ekonomi Kreatif.Dalam forum tersebut, Senator DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, menyoroti pentingnya keberpihakan negara terhadap para pelaku ekonomi kreatif di daerah. Menurut Hasby Yusuf, sektor ini sangat potensial, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan struktural.

“Pelaku ekonomi kreatif di daerah seperti konten kreator, fotografer, kuliner, fesyen, animasi, film, game, desain interior dan lainnya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik dari sisi pendampingan kegiatan maupun penyiapan pasar,” ujar Hasby Yusuf.

Ia juga menyoroti keterbatasan infrastruktur digital di berbagai wilayah, khususnya di Maluku Utara. “Kami di Maluku Utara masih banyak daerah yang belum memiliki akses internet. Padahal ekonomi kreatif sangat bergantung pada dukungan jaringan telekomunikasi yang memadai,” ungkap Hasby Yusuf.

Selain itu, Hasby menekankan perlunya solusi terhadap kendala pembiayaan dan proses legalisasi usaha yang dinilainya rumit dan mahal. Ia mengusulkan adanya skema pembiayaan khusus bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah serta beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di sektor ini.

Hasby Yusuf juga menekankan pentingnya perlindungan hukum. “Perlu ada payung hukum yang jelas untuk melindungi pelaku ekonomi kreatif dari intimidasi dan kriminalisasi. Kebebasan seni harus dihargai, namun tetap dalam koridor nilai agama, budaya, dan simbol kebangsaan,” ujar Hasby Yusuf.

Dalam pernyataannya, Hasby menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah harus ditunjukkan dengan stabilitas kelembagaan. “Kalau pemerintah serius, maka nomenklatur Kementerian Ekonomi Kreatif jangan lagi berubah-ubah sesuai selera rezim. Kontribusi sektor ini terhadap ekonomi nasional terus meningkat dan seharusnya dijaga kesinambungannya,” tegas Hasby Yusuf.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam paparannya menyampaikan bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB, tenaga kerja, dan investasi terus meningkat. Dalam 11 tahun terakhir, jumlah tenaga kerja di sektor ini naik 89 persen menjadi 14 juta orang, nilai tambah mencapai Rp700 triliun, dan nilai ekspor menembus 15 miliar dolar AS.

Riefky menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi kreatif sebagai “Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang dimulai dari Daerah.” Untuk itu, ia meminta dukungan Komite III DPD RI dalam mendorong pemerintah daerah melakukan pemetaan data, kajian, aktivasi ruang kreatif, promosi, serta penguatan kelembagaan OPD di daerah.(red)

Komentar

Berita Terkait

Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026
Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki
Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara
Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri
Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎
DataIndo: Komitmen Sufmi Dasco Ahmad Adalah Bukti Negara Butuh “Wasit yang Fair
BUPATI HALMAHERA UTARA DINILAI INGKAR JANJI, WARGA HALUT JAKARTA MENGECAM SIKAP ABAI
Nasional Institut Soroti Integritas Pemerintah, Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIT

Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026

Rabu, 9 September 2026 - 01:16 WIT

Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki

Selasa, 8 September 2026 - 06:50 WIT

Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Selasa, 8 September 2026 - 06:40 WIT

Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:27 WIT

Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:08 WIT

DataIndo: Komitmen Sufmi Dasco Ahmad Adalah Bukti Negara Butuh “Wasit yang Fair

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:47 WIT

BUPATI HALMAHERA UTARA DINILAI INGKAR JANJI, WARGA HALUT JAKARTA MENGECAM SIKAP ABAI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:17 WIT

Nasional Institut Soroti Integritas Pemerintah, Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Berita Terbaru

Regional

Seleksi PS. Kayoa Mulai Bergulir, Bidik Telenta Terbaik

Jumat, 18 Sep 2026 - 03:30 WIT