Hasby Yusuf Kritik Pemotongan TKD: Daerah Bukan Pasien Pemerintah Pusat, Fiskal Harus Dikelola Secara Adil

Senin, 8 Juni 2026 - 03:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta, DPD RI Sub Wilayah Timur II (Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulut dan Sultra) melakukan Rapat Kordinasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Serpong Banten (5/6/2026) mengambil tema Aspirasi Masyarakat dan Kebijakan Efisiensi Anggaran untuk Produktivitas Pembangunan di Wilayah Timur.

Menteri Keuangan diwakilkan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Askolani. Dalam rapat Kordinasi tersebut Hasby Yusuf Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Maluku Utara menyampaikan pokok pikiran terkait Kebijakan Transfer Keuangan Daerah. Bagi Hasby Pemotongan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) memicu tekanan fiskal yang membuat pemerintah daerah kesulitan mendanai program rutin dan pembangunan infrastruktur akibat ketergantungan pada anggaran pusat. Kebijakan ini secara langsung berdampak pada gangguan pelayanan publik.

Senator Hasby Yusuf menilai pemangkasan Anggaran Daerah, melemahkan semangat otonomi daerah karena alokasi anggaran ditarik kembali untuk dikelola langsung oleh kementerian pusat. Hasby mengatakan bahwa Daerah bukan Pasien Pemerintah Pusat, yang seenaknya menentukan dosis obat kepada daerah. Pemerintah Pusat harus melihat Pemerintah Daerah dalam perpektif negara kesatuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasby menyarankan mitigasi TKD, Pemerintah Pusat tidak boleh melakukan kebijakan yang hanya mengandalkan Suprise (Suprise Policy) secara drastis tetapi jika memang ada kebijakan efisiensi harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi fiskal masing-masing daerah dan daerah 3 T sehingga daerah punya nafas untuk bisa mengkonsolidasikan pendapatan daerah.

Dalam kasus Provinsi Maluku Utara, Hasby Menilai Pemerintah Pusat Tidak Adil dalam kebijakan pemotongan Keuangan Daerah. Maluku Utara Daerah penghasil sumberdaya alam tetapi hanya menjadi penonton dari kerakusan para oligarki. Maluku Utara pemasok Nikel Dunia dengan menguasai lebih dari 20 persen pasokan nikel global, dengan nilai ekspor produk turunan nikel yang melonjak dari US$ 3,3 miliar menjadi US$ 34 miliar atau 612 triliun. Dengan kontribusi sekitar 13%-15% terhadap pasokan nikel dunia, Maluku Utara kini menjadi salah satu pusat strategis dalam rantai pasok mineral kritis global.

Hasby Yusuf juga menilai kebijakan pemangkasan TKD juga keluar dari semangat yang terkandung dalam Pasal 18 A Ayat (2) UUD NRI 1945 yang menghendaki adanya hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfataan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan daerah dilakukan secara adil dan selaras berdasarkan undang undang. Namun, faktanya terlihat sekarang 80 persen uang APBN perginya ke pemerintah pusat, sedangkan yang 20 persen ke daerah sehingga terjadi ketidakadilan fiskal.(red)

Komentar

Berita Terkait

Terima MRP Papua Barat, Hasby Yusuf Dorong Penguatan MRP
Masuk Timja RUU Pengelolaan Keuangan Haji, Hasby Yusuf: Dorong Tata Kelola Dana Haji yang Profesional dan Transparan
GMNI Malut Desak KPK Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Trans Kie-Raha
DPP GMNI Mendesak Gubernur Maluku Utara untuk Turun Menyelesaikan Sengketa Agraria di Halut
SMIT Kecam Penetapan DPO Perempuan Adat di Halut: Negara Dinilai Lindungi Modal, Bukan Rakyat
DPP GMNI Siap Aduan Resmi ke Kemendagri, Kemen-Trans, dan Mabes Polri Terkait Dugaan Perampasan Tanah di Halmahera Utara
Anatomi Pertambangan Indonesia (API) Desak ESDM dan KLH Cabut Izin IUP PT Adi Daya Tangguh di Kabupaten Pulau Taliabu
Kapolda Baru Maluku Utara Diuji, SMIT akan ke Mabes Polri jika Rokok Ilegal Tak Ditindak
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 03:17 WIT

Hasby Yusuf Kritik Pemotongan TKD: Daerah Bukan Pasien Pemerintah Pusat, Fiskal Harus Dikelola Secara Adil

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:17 WIT

Terima MRP Papua Barat, Hasby Yusuf Dorong Penguatan MRP

Senin, 25 Mei 2026 - 08:47 WIT

GMNI Malut Desak KPK Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Trans Kie-Raha

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:31 WIT

DPP GMNI Mendesak Gubernur Maluku Utara untuk Turun Menyelesaikan Sengketa Agraria di Halut

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:19 WIT

SMIT Kecam Penetapan DPO Perempuan Adat di Halut: Negara Dinilai Lindungi Modal, Bukan Rakyat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:14 WIT

DPP GMNI Siap Aduan Resmi ke Kemendagri, Kemen-Trans, dan Mabes Polri Terkait Dugaan Perampasan Tanah di Halmahera Utara

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:06 WIT

Anatomi Pertambangan Indonesia (API) Desak ESDM dan KLH Cabut Izin IUP PT Adi Daya Tangguh di Kabupaten Pulau Taliabu

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:45 WIT

Kapolda Baru Maluku Utara Diuji, SMIT akan ke Mabes Polri jika Rokok Ilegal Tak Ditindak

Berita Terbaru

Opini

Menata Wajah Halmahera Timur

Senin, 8 Jun 2026 - 03:22 WIT

Regional

Perkuat Konsolidasi DPD Gerinda Evaluasi Dpc Se-Malut

Jumat, 5 Jun 2026 - 03:34 WIT

Nasional

Terima MRP Papua Barat, Hasby Yusuf Dorong Penguatan MRP

Jumat, 5 Jun 2026 - 03:17 WIT