Formapas Malut Desak Menteri Ketenagakerjaan & BPJS Benahi Keselamatan Kerja Tambang

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta – 6 Agustus 2025, Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (Formapas Malut) mendesak Menteri Ketenagakerjaan RI dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan segera mengambil langkah tegas memperbaiki sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pertambangan Maluku Utara. Desakan ini muncul menyusul lonjakan drastis kecelakaan kerja yang mencapai 512 kasus hanya dalam lima bulan pertama 2025, hampir dua kali lipat dari total 207 kasus sepanjang 2024.

Ketua Bidang Perindustrian, Ketenagakerjaan dan Perdagangan Formapas Malut, Safrudin Taher, menegaskan bahwa angka tersebut adalah alarm keras bagi pemerintah dan perusahaan tambang.

Sektor tambang memang menjadi tulang punggung ekonomi Maluku Utara, tetapi nyawa pekerja jauh lebih berharga dari keuntungan perusahaan,” tegas Safrudin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Formapas Malut menyoroti lemahnya implementasi K3 di lapangan, mulai dari pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), minimnya pelatihan keselamatan, hingga kondisi kerja yang berbahaya. Ironisnya, masih ada perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan, sehingga korban kecelakaan tidak mendapat santunan atau perlindungan hukum yang layak.

Formapas Malut meminta agar Penguatan pengawasan dan penegakan regulasi K3 di semua perusahaan tambang, Audit lapangan untuk memetakan data kecelakaan kerja secara akurat, Sanksi tegas bagi perusahaan yang melanggar kewajiban pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan dan Peningkatan kapasitas pekerja melalui pelatihan K3 rutin dan wajib.

Kami mendorong pemerintah daerah, DPRD, BPJS Ketenagakerjaan, dan perusahaan tambang duduk bersama membangun sistem keselamatan kerja yang berkeadilan,” tutup Safrudin (red)

Komentar

Berita Terkait

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta
Resmi Berlaku, Presiden Prabowo Bentuk Puluhan Pengadilan Baru di Berbagai Daerah
Senator Hasby Yusuf Desak Kementerian ESDM dan PLN Hentikan Krisis Listrik Gane Pasca Gempa
PT Ormat Geothermal Menangi Lelang WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat
Kejati Malut Dinilai Tak Berani Jemput Paksa Aliong Mus, Dataindo Desak KPK dan Kejagung Ambil Alih Kasus Korupsi ISDA
Hipma Halut Jakarta Rayakan Natal 2025 dengan Nuansa Kekeluargaan
Usman Mansur: Satgas PKH Harus Tegas dan Serius untuk Tuntas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di IWIP
Senator Hasby Yusuf: Kematian Warga Loloda Utara Adalah Alarm Keras, Negara Tidak Boleh Absen
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:59 WIT

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:47 WIT

Resmi Berlaku, Presiden Prabowo Bentuk Puluhan Pengadilan Baru di Berbagai Daerah

Senin, 19 Januari 2026 - 12:15 WIT

Senator Hasby Yusuf Desak Kementerian ESDM dan PLN Hentikan Krisis Listrik Gane Pasca Gempa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:33 WIT

PT Ormat Geothermal Menangi Lelang WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:39 WIT

Kejati Malut Dinilai Tak Berani Jemput Paksa Aliong Mus, Dataindo Desak KPK dan Kejagung Ambil Alih Kasus Korupsi ISDA

Rabu, 17 Desember 2025 - 09:19 WIT

Hipma Halut Jakarta Rayakan Natal 2025 dengan Nuansa Kekeluargaan

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:54 WIT

Usman Mansur: Satgas PKH Harus Tegas dan Serius untuk Tuntas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di IWIP

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:17 WIT

Senator Hasby Yusuf: Kematian Warga Loloda Utara Adalah Alarm Keras, Negara Tidak Boleh Absen

Berita Terbaru

Regional

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:24 WIT

Nasional

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Sabtu, 7 Feb 2026 - 12:59 WIT