Formapas Malut Desak Menteri Ketenagakerjaan & BPJS Benahi Keselamatan Kerja Tambang

Rabu, 6 Agustus 2025 - 11:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta – 6 Agustus 2025, Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (Formapas Malut) mendesak Menteri Ketenagakerjaan RI dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan segera mengambil langkah tegas memperbaiki sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pertambangan Maluku Utara. Desakan ini muncul menyusul lonjakan drastis kecelakaan kerja yang mencapai 512 kasus hanya dalam lima bulan pertama 2025, hampir dua kali lipat dari total 207 kasus sepanjang 2024.

Ketua Bidang Perindustrian, Ketenagakerjaan dan Perdagangan Formapas Malut, Safrudin Taher, menegaskan bahwa angka tersebut adalah alarm keras bagi pemerintah dan perusahaan tambang.

“Sektor tambang memang menjadi tulang punggung ekonomi Maluku Utara, tetapi nyawa pekerja jauh lebih berharga dari keuntungan perusahaan,” tegas Safrudin.

Formapas Malut menyoroti lemahnya implementasi K3 di lapangan, mulai dari pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), minimnya pelatihan keselamatan, hingga kondisi kerja yang berbahaya. Ironisnya, masih ada perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan, sehingga korban kecelakaan tidak mendapat santunan atau perlindungan hukum yang layak.

Formapas Malut meminta agar Penguatan pengawasan dan penegakan regulasi K3 di semua perusahaan tambang, Audit lapangan untuk memetakan data kecelakaan kerja secara akurat, Sanksi tegas bagi perusahaan yang melanggar kewajiban pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan dan Peningkatan kapasitas pekerja melalui pelatihan K3 rutin dan wajib.

“Kami mendorong pemerintah daerah, DPRD, BPJS Ketenagakerjaan, dan perusahaan tambang duduk bersama membangun sistem keselamatan kerja yang berkeadilan,” tutup Safrudin (red)

Komentar

Berita Terkait

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 
Buntut Dugaan Kasus VCS Bupati Halmahera Utara, Poros Muda Maluku Utara Gelar Audiensi di Kemendagri
Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap
Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026
Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki
Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara
Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri
Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:27 WIT

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:04 WIT

Buntut Dugaan Kasus VCS Bupati Halmahera Utara, Poros Muda Maluku Utara Gelar Audiensi di Kemendagri

Selasa, 29 September 2026 - 05:02 WIT

Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIT

Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026

Rabu, 9 September 2026 - 01:16 WIT

Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki

Selasa, 8 September 2026 - 06:50 WIT

Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Selasa, 8 September 2026 - 06:40 WIT

Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:27 WIT

Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎

Berita Terbaru

Nasional

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 

Kamis, 8 Okt 2026 - 05:27 WIT