Dorong Kepastian Hukum dan Investasi, IKA ISMEI Bahas Regulasi Migas dan Energi dalam Forum Nasional

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta, 24 Juli 2025 — Ikatan Alumni ISMEI melalui Departemen Energi menggelar diskusi nasional bertema “Mendorong Omnibus Law Sektor Migas, Energi, dan Pertambangan Demi Percepatan Investasi Nasional”. Forum ini dikemas dalam acara Mining Law Outlook 2025 dan diselenggarakan di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat.

Kegiatan strategis ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dari sektor energi, pertambangan, hingga parlemen. Di antaranya Sekretaris Satgas Hilirisasi Nasional, Prof. Ahmad Erani Yustika, yang memberikan sambutan kunci (keynote speech). Hadir pula Prof. Faisal Santiago, Ketua Umum PERKHAPPI dan Guru Besar Universitas Borobudur, serta I Dewa Wirantaya, Direktur Pengembangan Usaha PT ANTAM. Selain itu, ekonom Abdul Rahman Farisi dan Anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra turut menjadi pembicara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua Umum IKA ISMEI, Adi Lamunuhia, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya konkret komunitas akademik dalam merespons arah kebijakan pemerintah di sektor energi dan pertambangan. Menurutnya, diskusi lintas sektor ini sangat penting dalam memperkuat kerangka hukum dan regulasi yang menopang iklim investasi nasional.

“Pembahasan Omnibus Law di sektor migas dan energi perlu menjadi perhatian bersama, terutama di ruang-ruang akademik, agar arah kebijakan ke depan memiliki landasan hukum yang kuat serta memberikan kepastian bagi investor,” ujar Adi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan energi dan pertambangan ke depan harus paralel dengan kebutuhan investasi dan kepastian hukum, sekaligus mengedepankan aspek keberlanjutan dan kemandirian nasional.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan dan menyusun gagasan guna memperkuat regulasi sektor energi nasional menuju masa depan yang berkelanjutan dan kompetitif.(red)

Komentar

Berita Terkait

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta
Resmi Berlaku, Presiden Prabowo Bentuk Puluhan Pengadilan Baru di Berbagai Daerah
Senator Hasby Yusuf Desak Kementerian ESDM dan PLN Hentikan Krisis Listrik Gane Pasca Gempa
PT Ormat Geothermal Menangi Lelang WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat
Kejati Malut Dinilai Tak Berani Jemput Paksa Aliong Mus, Dataindo Desak KPK dan Kejagung Ambil Alih Kasus Korupsi ISDA
Hipma Halut Jakarta Rayakan Natal 2025 dengan Nuansa Kekeluargaan
Usman Mansur: Satgas PKH Harus Tegas dan Serius untuk Tuntas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di IWIP
Senator Hasby Yusuf: Kematian Warga Loloda Utara Adalah Alarm Keras, Negara Tidak Boleh Absen
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:59 WIT

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:47 WIT

Resmi Berlaku, Presiden Prabowo Bentuk Puluhan Pengadilan Baru di Berbagai Daerah

Senin, 19 Januari 2026 - 12:15 WIT

Senator Hasby Yusuf Desak Kementerian ESDM dan PLN Hentikan Krisis Listrik Gane Pasca Gempa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:33 WIT

PT Ormat Geothermal Menangi Lelang WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:39 WIT

Kejati Malut Dinilai Tak Berani Jemput Paksa Aliong Mus, Dataindo Desak KPK dan Kejagung Ambil Alih Kasus Korupsi ISDA

Rabu, 17 Desember 2025 - 09:19 WIT

Hipma Halut Jakarta Rayakan Natal 2025 dengan Nuansa Kekeluargaan

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:54 WIT

Usman Mansur: Satgas PKH Harus Tegas dan Serius untuk Tuntas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di IWIP

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:17 WIT

Senator Hasby Yusuf: Kematian Warga Loloda Utara Adalah Alarm Keras, Negara Tidak Boleh Absen

Berita Terbaru

Regional

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:24 WIT

Nasional

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Sabtu, 7 Feb 2026 - 12:59 WIT