Mayoritas Bukan Warga Malut, Formapas Desak Kemenaker Evaluasi Rekrutmen Tenaga Kerja Industri

Kamis, 25 September 2025 - 11:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Safrudin Taher
Ketua Bidang Perindustrian, Ketenagakerjaan dan Perdagangan Formapas Malut

tajukmalut.com | Jakarta – Maluku Utara menghadapi paradoks pembangunan. Meski pertumbuhan ekonomi mencapai 32 persen dengan nilai PDRB kuartal II/2025 sebesar Rp60 triliun, kesejahteraan masyarakat lokal belum merata. Fakta ini ditegaskan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Djoanda Laos, dalam FGD APBD 2025–2026, yang menyebutkan bahwa dari 60 ribu tenaga kerja industri, mayoritas bukan warga Maluku Utara, kamis (25/09/2025)

Formapas Malut menilai kondisi ini adalah alarm keras bagi pemerintah. Kami mendesak Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Gubernur Maluku Utara untuk segera meninjau ulang pola perekrutan tenaga kerja industri yang selama ini tidak berpihak kepada putra-putri daerah. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi catatan angka, sementara rakyat Malut hanya jadi penonton di tanah sendiri

Formapas Malut (Forum Mahasiswa Pasca Sarjana Maluku Utara) mendesak Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Gubernur Maluku Utara untuk segera bertindak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami menekankan pentingnya kebijakan afirmatif berupa kuota tenaga kerja lokal, pelatihan vokasi, peningkatan kualitas SDM, dan sertifikasi kerja yang jelas, sehingga generasi Maluku Utara bisa berperan aktif dalam sektor industri. Tanpa langkah nyata, industri hanya akan melahirkan ketimpangan baru: sumber daya alam terkuras, tapi kesejahteraan rakyat tetap terpinggirkan.

Formapas Malut menegaskan bahwa pembangunan harus inklusif, adil, dan mengembalikan manfaat industri pada rakyat Maluku Utara sebagai pemilik sah negeri ini. Tanpa langkah nyata, industri hanya akan melahirkan ketimpangan baru: sumber daya alam terkuras, kesejahteraan rakyat tetap terpinggirkan.(red)

Komentar

Berita Terkait

Ketua SMIT Soroti Polemik Dugaan Reses Fiktif: Jangan Jadikan Tuduhan sebagai Senjata Politik
LEPA Boeng Tolak MoU Pemda Halut–PT NHM, Nilai Pembangunan Jauh dari Wilayah Penghasil
Dugaan Reses Fiktif dan Mandeknya Fungsi Pengawasan Badan Kehormatan Dewan
Dari Taliabu, Hasby Yusuf Tegaskan Dukungan pada Green Democracy Ketua DPD RI
Mangkir dari Panggilan Kejati, Aliong Mus Justru Muncul di Agenda Politik, Direktur Dato Minta Penegak Hukum Tangkap Aliong
Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta
Resmi Berlaku, Presiden Prabowo Bentuk Puluhan Pengadilan Baru di Berbagai Daerah
Senator Hasby Yusuf Desak Kementerian ESDM dan PLN Hentikan Krisis Listrik Gane Pasca Gempa
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:04 WIT

Ketua SMIT Soroti Polemik Dugaan Reses Fiktif: Jangan Jadikan Tuduhan sebagai Senjata Politik

Rabu, 29 April 2026 - 07:24 WIT

LEPA Boeng Tolak MoU Pemda Halut–PT NHM, Nilai Pembangunan Jauh dari Wilayah Penghasil

Rabu, 29 April 2026 - 06:01 WIT

Dugaan Reses Fiktif dan Mandeknya Fungsi Pengawasan Badan Kehormatan Dewan

Jumat, 24 April 2026 - 17:01 WIT

Dari Taliabu, Hasby Yusuf Tegaskan Dukungan pada Green Democracy Ketua DPD RI

Rabu, 15 April 2026 - 12:53 WIT

Mangkir dari Panggilan Kejati, Aliong Mus Justru Muncul di Agenda Politik, Direktur Dato Minta Penegak Hukum Tangkap Aliong

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:59 WIT

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:47 WIT

Resmi Berlaku, Presiden Prabowo Bentuk Puluhan Pengadilan Baru di Berbagai Daerah

Senin, 19 Januari 2026 - 12:15 WIT

Senator Hasby Yusuf Desak Kementerian ESDM dan PLN Hentikan Krisis Listrik Gane Pasca Gempa

Berita Terbaru

Regional

Disperindagkop Haltim Keluarkan HET BBM Terbaru

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:28 WIT

Regional

Kabag Humas Purna Tugas, Sekda Haltim Siapkan Pengganti

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:22 WIT