Hasby Yusuf: Negara Harus Hadir Lindungi Hak dan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 1 Mei 2025 - 12:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com Jakarta— Anggota Komite III DPD RI, Hasby Yusuf, menegaskan pentingnya komitmen negara dalam menjamin perlindungan dan keadilan sosial bagi para pekerja di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), (1/5/2025).

Menurut Hasby, buruh merupakan aktor utama penggerak ekonomi bangsa yang kontribusinya sangat vital bagi pembangunan nasional. Oleh karena itu, negara wajib memberikan perlindungan menyeluruh terhadap hak-hak pekerja, mulai dari upah layak, jam kerja manusiawi, hingga jaminan sosial dan kebebasan beribadah.

“Saya melihat langsung kondisi para pekerja, khususnya di sektor tambang di Maluku Utara. Banyak yang mengalami kecelakaan kerja, di-PHK secara sepihak, tidak mendapat upah layak, bahkan kesulitan melaksanakan ibadah,” ujar Hasby dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap lemahnya pengawasan terhadap pelanggaran hak-hak pekerja. Menurutnya, praktik ketenagakerjaan yang tidak manusiawi masih terjadi akibat lemahnya posisi tawar serikat buruh, serta sistem kerja kontrak dan outsourcing yang masif.

“Buruh tidak boleh dipandang hanya sebagai alat produksi. Mereka adalah manusia yang memiliki martabat dan hak yang harus dihormati,” tegasnya.

Hasby juga menyampaikan bahwa saat ini Komite III DPD RI tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Perubahan atas UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. RUU ini bertujuan untuk memperkuat sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif dan menyeluruh.

“Kami juga mendorong pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi ILO No. 102 tentang Standar Minimum Jaminan Sosial. Sistem jaminan sosial nasional harus mampu menjangkau seluruh jenis pekerja, termasuk pekerja informal, migran, pekerja digital platform, dan pekerja lepas,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasby juga menyerukan kepada pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan upah layak, jam kerja yang manusiawi, dan implementasi perlindungan ketenagakerjaan berbasis keadilan.

“Negara harus hadir, tidak hanya sebagai pembuat regulasi, tetapi juga sebagai pelindung dan pemelihara kesejahteraan rakyat—terutama kaum pekerja,” pungkasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

Tokoh Maluku Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan, Tolak Peringatan OPM 1 Juli & Waspadai Narasi Provokatif yang Mengancam Keutuhan Bangsa
DIREKTUR DATAINDO DESAK KPK USUT DUGAAN KERUGIAN NEGARA PROYEK JALAN KAPORO–CAPALULU SULA RP 45,5 MILIAR
Hasby Yusuf Kritik Pemotongan TKD: Daerah Bukan Pasien Pemerintah Pusat, Fiskal Harus Dikelola Secara Adil
Terima MRP Papua Barat, Hasby Yusuf Dorong Penguatan MRP
Masuk Timja RUU Pengelolaan Keuangan Haji, Hasby Yusuf: Dorong Tata Kelola Dana Haji yang Profesional dan Transparan
GMNI Malut Desak KPK Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Trans Kie-Raha
DPP GMNI Mendesak Gubernur Maluku Utara untuk Turun Menyelesaikan Sengketa Agraria di Halut
SMIT Kecam Penetapan DPO Perempuan Adat di Halut: Negara Dinilai Lindungi Modal, Bukan Rakyat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:29 WIT

Tokoh Maluku Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan, Tolak Peringatan OPM 1 Juli & Waspadai Narasi Provokatif yang Mengancam Keutuhan Bangsa

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:00 WIT

DIREKTUR DATAINDO DESAK KPK USUT DUGAAN KERUGIAN NEGARA PROYEK JALAN KAPORO–CAPALULU SULA RP 45,5 MILIAR

Senin, 8 Juni 2026 - 03:17 WIT

Hasby Yusuf Kritik Pemotongan TKD: Daerah Bukan Pasien Pemerintah Pusat, Fiskal Harus Dikelola Secara Adil

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:17 WIT

Terima MRP Papua Barat, Hasby Yusuf Dorong Penguatan MRP

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:14 WIT

Masuk Timja RUU Pengelolaan Keuangan Haji, Hasby Yusuf: Dorong Tata Kelola Dana Haji yang Profesional dan Transparan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:47 WIT

GMNI Malut Desak KPK Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Trans Kie-Raha

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:31 WIT

DPP GMNI Mendesak Gubernur Maluku Utara untuk Turun Menyelesaikan Sengketa Agraria di Halut

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:19 WIT

SMIT Kecam Penetapan DPO Perempuan Adat di Halut: Negara Dinilai Lindungi Modal, Bukan Rakyat

Berita Terbaru

Opini

Hedging ala Prabowo: Perubahan Peta Impor Minyak Nasional?

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:46 WIT