tajukmalut.com | Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025 – Senator DPD RI asal Provinsi Maluku Utara, Hasby Yusuf, menerima silaturahmi Pendiri Pondok Pesantren Al-Fatoni dalam rangka membahas rencana pembangunan masjid dan pondok pesantren di Desa Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Pertemuan tersebut secara khusus menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan penguatan akidah di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Negara Palau dan Filipina. Kehadiran lembaga pendidikan keagamaan dinilai sangat strategis sebagai benteng moral, sosial, sekaligus penguatan identitas kebangsaan di kawasan perbatasan.
Pendiri Pondok Pesantren Al-Fatoni dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa pembangunan masjid dan pondok pesantren bukan hanya bertujuan menghadirkan sarana ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di Bumi Fagogoru, khususnya wilayah Patani dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar pembangunan masjid dan pondok pesantren ini dapat segera direalisasikan. Daerah perbatasan harus mendapat perhatian khusus, terutama dalam pembangunan SDM dan sektor pendidikan,” ungkap Pendiri Ponpes Al-Fatoni.
Menanggapi hal tersebut, Senator Hasby Yusuf menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait. Ia menegaskan bahwa pembangunan di wilayah perbatasan tidak boleh tertinggal, terutama dalam aspek pendidikan, keagamaan, dan pembinaan generasi muda.
“Wilayah perbatasan adalah halaman depan negara. Penguatan SDM melalui pendidikan dan keagamaan merupakan investasi strategis untuk masa depan bangsa. Saya akan mendorong agar pemerintah pusat dan daerah memberi perhatian serius terhadap pembangunan masjid dan pondok pesantren di Patani Utara,” tegas Hasby.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan wakil daerah di tingkat nasional dalam mempercepat pembangunan dan pemerataan kualitas SDM di wilayah perbatasan Maluku Utara.(red)









