tajukmalut.com Halmahera Selatan –31 Mei 2025Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Masdar Mansur, melakukan Reses ke-2 masa sidang ke-2 tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) 3. Dalam kunjungan ke 5 titik yang tersebar di 2 kecamatan dari 7 kecamatan. Masdar menemukan persoalan serius terkait harga sembako yang tidak beraturan dan cenderung fluktuatif di tingkat masyarakat.
Masdar yang menyasar sejumlah desa di wilayah Gane dan sekitarnya, mencatat bahwa harga kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, hingga telur ayam mengalami perbedaan signifikan antar desa, bahkan dalam satu kecamatan.
“Di satu desa harga beras bisa mencapai Rp16.000 per kilogram, sementara di desa tetangga hanya Rp13.000. Ini bukan soal kelangkaan, tapi distribusi yang tidak merata dan lemahnya pengawasan harga,” ungkap Masdar kepada warga dalam dialog terbuka di salah satu desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga juga mengeluhkan minimnya keberadaan pasar desa dan ketergantungan pada pedagang pengecer dari luar wilayah, yang seringkali mematok harga tinggi tanpa kontrol. Menurut Masdar, kondisi ini berpotensi memperburuk ketimpangan ekonomi di desa-desa terpencil.
Menanggapi temuan tersebut, Masdar menegaskan bahwa dirinya akan membawa masalah ini ke forum DPRD dan mendorong pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, untuk segera menindaklanjuti. Ia akan mengusulkan agar ada pemantauan dari dinas terkait agar ada optimalisasi pasar rakyat sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok.
“Kami akan kawal agar distribusi sembako lebih merata dan harga-harga bisa distabilkan. Ini kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Reses ini menjadi cermin nyata permasalahan yang dihadapi warga di akar rumput dan pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPRD untuk menghadirkan solusi yang berpihak kepada rakyat.(red)









