Diguyur Hujan Deras, Kawasi Kembali Terendam Banjir Hingga 50 cm, Warga Keluhkan Dampak Aktivitas Perusahaan

Selasa, 3 Juni 2025 - 09:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan – 3 Juni 2025Hujan deras yang mengguyur Desa Kawasi sejak malam hingga siang hari ini menyebabkan banjir setinggi kurang lebih 50 cm dan menggenangi sejumlah pemukiman warga. Kondisi ini kembali menegaskan bahwa Kawasi telah menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras melanda wilayah tersebut.

Menurut keterangan warga, banjir seperti ini bukan pertama kali terjadi. Setiap kali hujan turun dalam waktu lama, air pasti meluap dan masuk ke rumah-rumah warga.

“Kalau sudah seperti ini, kami terpaksa gotong royong buat jalur air sementara agar bisa menurunkan ketinggian banjir,” ujar salah satu warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga pun berharap agar pemerintah daerah maupun pihak desa segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Mereka meminta agar solusi jangka panjang segera dirumuskan untuk mencegah terulangnya banjir serupa di masa mendatang.

Keluhan juga disampaikan kepada pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar Kawasi. Menurut warga, aktivitas pembukaan lahan oleh perusahaan—khususnya perusahaan Harita yang beroperasi di wilayah tersebut—disebut sebagai salah satu penyebab utama terjadinya banjir.

“Perusahaan jangan cuma ambil hasil alam kami, tapi kami tidak dipedulikan. Ini semua terjadi karena aktivitas perusahaan yang semakin membuka hutan kami,” keluh seorang warga dengan nada kecewa.

Warga juga menyoroti perhatian yang minim dari pihak-pihak yang selama ini hanya hadir saat momentum politik.

“Jangan hanya waktu pemilu kami diminta menyalurkan hak pilih, tapi setelah itu kami tidak diperhatikan,” cetusnya.

Banjir yang melanda Kawasi tidak hanya merendam rumah, tetapi juga melumpuhkan aktivitas warga. Dapur rumah yang terendam membuat sebagian besar keluarga kesulitan memasak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau hujan dan langsung banjir, kami sudah tidak bisa memasak lagi karena dapur kami sudah penuh dengan air,” tambah warga lainnya.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah, perusahaan, dan pihak terkait segera turun tangan mengatasi permasalahan ini secara serius, demi kenyamanan dan keselamatan warga Kawasi.(red)

Komentar

Berita Terkait

Kejati Malut Tetapkan Aliong Mus Tersangka Korupsi Proyek Istana Daerah Pulau Taliabu
Aliong Mus Klaim Tak Tahu Proyek Isda Rp17,5 Miliar, Sidang Korupsi di Tipikor Ternate Kian Menarik Perhatian
Pemda Halteng Waspadai Efek Pemangkasan RKAB, PHK Pekerja Tambang Mulai Dipantau
Disnakertrans Halteng Gelar Capacity Building Serikat Pekerja, Dorong Hubungan Industrial yang Harmonis
Hajad Kabupaten Halmahera Timur ke-23, Dibalik Angka-Angka!
Kisruh Rekomendasi HIPMI Halut, Ketua Bidang angkat Bicara
Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup”, Wabup Halmahera Tengah Tutup MTQ ke-XI di Patani Barat
“Orang Kao Dipaksa Jadi Tersangka di Tanahnya Sendiri”
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:47 WIT

Kejati Malut Tetapkan Aliong Mus Tersangka Korupsi Proyek Istana Daerah Pulau Taliabu

Senin, 25 Mei 2026 - 08:40 WIT

Aliong Mus Klaim Tak Tahu Proyek Isda Rp17,5 Miliar, Sidang Korupsi di Tipikor Ternate Kian Menarik Perhatian

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:52 WIT

Pemda Halteng Waspadai Efek Pemangkasan RKAB, PHK Pekerja Tambang Mulai Dipantau

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:43 WIT

Disnakertrans Halteng Gelar Capacity Building Serikat Pekerja, Dorong Hubungan Industrial yang Harmonis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:04 WIT

Kisruh Rekomendasi HIPMI Halut, Ketua Bidang angkat Bicara

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:47 WIT

Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup”, Wabup Halmahera Tengah Tutup MTQ ke-XI di Patani Barat

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:39 WIT

“Orang Kao Dipaksa Jadi Tersangka di Tanahnya Sendiri”

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:57 WIT

Bupati Haltim Koordinasi Persoalan Pertambangan di Kementrian ESDM

Berita Terbaru