tajukmalut.com | Halmahera Selatan — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan mendesak Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) untuk bersikap transparan terkait hasil pelaksanaan Saruma Job Fair 2026. Bursa kerja massal tersebut sebelumnya digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Selatan ke-23 pada Juni lalu.
Kritik dan desakan ini disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (Kabid SDA-LH) HMI Cabang Bacan, yang meminta pemerintah daerah segera membuka data riil mengenai jumlah tenaga kerja lokal yang benar-benar terserap melalui agenda tersebut.
Menurut Kabid SDA-LH HMI Cabang Bacan, publik—terutama ribuan pencari kerja (pencaker) lokal—berhak mengetahui sejauh mana efektivitas bursa kerja yang diklaim membuka ribuan lowongan tersebut. Momen HUT daerah dinilai tidak boleh hanya berakhir sebagai panggung seremonial tanpa adanya pertanggungjawaban data pasca-acara yang jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“HMI Cabang Bacan mendesak Disnakertrans Halsel untuk segera merilis data konkret ke publik. Berapa banyak dari total pelamar lokal kemarin yang benar-benar lolos seleksi dan sudah mulai bekerja di perusahaan mitra? Masyarakat butuh transparansi, bukan sekadar angka klaim lowongan di awal acara,” tegas Kabid SDA-LH HMI Cabang Bacan.
HMI Cabang Bacan menilai, transparansi ini penting agar masyarakat dapat mengukur komitmen pemerintah dalam memberdayakan potensi pemuda dan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal di tengah masifnya pengelolaan sumber daya alam di Halmahera Selatan.
Saruma Job Fair 2026 yang .udilaksanakan pada pertengahan Juni 2026 bertempat di kawasan UMKM Milenial Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan. Pada saat pembukaan, agenda ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat setempat.
HMI Cabang Bacan menekankan bahwa masalah pengangguran dan optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal di sektor industri maupun swasta merupakan isu krusial. Jika data penyerapan ini ditutup-tutupi atau tidak dievaluasi, dikhawatirkan program bursa kerja ini hanya akan menjadi gimmick atau agenda rutin tahunan tanpa dampak signifikan.
Kabid SDA-LH HMI Cabang Bacan menyatakan bahwa kami akan terus mengawal isu ketenagakerjaan ini hingga pihak Disnakertrans Halsel bersedia memaparkan hasil evaluasi rekrutmen tersebut secara terbuka demi keadilan bagi para pencari kerja di Bumi Saruma.(red)








