BP Taskin Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Tahun 2026, Iwan Sumule Tegaskan Ketahanan Pangan Jadi Pilar Utama

Jumat, 21 November 2025 - 16:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta – Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan target penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2026.

Hal itu disampaikan dalam Dies Natalis ke-42 Program Studi Kajian Ketahanan Nasional (KKN) Universitas Indonesia yang dirangkaikan dengan seminar nasional bertema ‘Ketahanan Pangan sebagai Pilar Pengentasan Kemiskinan Berbasis Kearifan Lokal’.

Dalam sambutannya, Iwan menyebut bahwa pembentukan BP Taskin merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan dan penuntasan kemiskinan.

“Harapan besar Bapak Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan berkelanjutan dan percepatan pengentasan kemiskinan ini diwujudkan dengan membentuk BP Taskin, sebuah lembaga khusus di bawah Presiden untuk mempercepat target penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen di tahun 2026,” ujar Iwan dalam keterangan, Jumat 21 November 2025.

Iwan menuturkan, BP Taskin telah menyusun rencana induk pengentasan kemiskinan yang menitikberatkan pada pendekatan graduasi.

Pendekatan ini menggabungkan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi agar keluarga miskin tidak hanya keluar dari kondisi rentan secara sementara.

“Strategi ini bertujuan membangun ketahanan pangan dan kemandirian, sehingga keluarga tidak hanya keluar dari kemiskinan sementara, tetapi juga terhindar dari kemiskinan kronis,” katanya.

Lebih jauh, Iwan memaparkan empat pilar utama strategi cepat BP Taskin dalam penuntasan kemiskinan.

Pilar pertama adalah pemenuhan kebutuhan dasar yang meliputi akses pangan, kesehatan, pendidikan, dan perumahan.

Pilar kedua adalah penciptaan pendapatan melalui pelatihan, akses kerja, dan pengembangan usaha.

Pilar ketiga, lanjutnya, ialah pembinaan dan pemberdayaan untuk membangun kepercayaan diri, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat.

Sementara pilar keempat adalah peningkatan akumulasi tabungan dan investasi melalui inklusi serta literasi keuangan.

“Terkait pilar pertama, seminar nasional hari ini menjadi sangat relevan. Ketahanan pangan adalah pilar pengentasan kemiskinan berbasis kearifan lokal,” kata Iwan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memaksimalkan kearifan lokal sebagai modal sosial dalam menghadapi ancaman krisis.

“Seringkali kita melupakan bahwa bangsa ini memiliki harta karun berupa inisiasi kearifan lokal yang terbukti mampu menghadapi bencana kekeringan dan krisis pangan,” ujarnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap
Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026
Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki
Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara
Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri
Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎
DataIndo: Komitmen Sufmi Dasco Ahmad Adalah Bukti Negara Butuh “Wasit yang Fair
BUPATI HALMAHERA UTARA DINILAI INGKAR JANJI, WARGA HALUT JAKARTA MENGECAM SIKAP ABAI
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 05:02 WIT

Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIT

Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026

Rabu, 9 September 2026 - 01:16 WIT

Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki

Selasa, 8 September 2026 - 06:50 WIT

Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Selasa, 8 September 2026 - 06:40 WIT

Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:27 WIT

Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:08 WIT

DataIndo: Komitmen Sufmi Dasco Ahmad Adalah Bukti Negara Butuh “Wasit yang Fair

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:47 WIT

BUPATI HALMAHERA UTARA DINILAI INGKAR JANJI, WARGA HALUT JAKARTA MENGECAM SIKAP ABAI

Berita Terbaru

Regional

Persiapan Diklat Laskar Gerindra Malut Terus Dimatangkan

Senin, 5 Okt 2026 - 12:20 WIT