FORMAPAS Malut Soroti Keamanan di Hutan Halteng–Haltim, Desak Penindakan Serius terhadap OTK

Selasa, 14 April 2026 - 10:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Tengah — Rentetan kasus kekerasan bersenjata yang terjadi di wilayah hutan perbatasan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur kembali menuai sorotan. Pengurus Pusat FORMAPAS MALUT menilai situasi keamanan di kawasan tersebut belum tertangani secara maksimal.

Ketua Umum FORMAPAS Malut, Riswan Sanun, mengungkapkan bahwa keberadaan kelompok orang tak dikenal (OTK) yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.

Menurutnya, langkah pengamanan yang dilakukan oleh Polda Maluku Utara dinilai belum menyentuh titik-titik rawan yang selama ini menjadi lokasi aktivitas kelompok tersebut. Ia menilai pendekatan yang dilakukan masih terbatas dan belum mampu menjangkau wilayah hutan secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penanganan keamanan harus lebih terfokus dan menyentuh akar persoalan. Perlu ada upaya serius untuk mengungkap pelaku serta jaringan di balik aksi-aksi kekerasan tersebut,” ujar Riswan.

Ia menambahkan, kejelasan terkait identitas pelaku, motif, hingga kemungkinan adanya pihak yang melindungi menjadi hal penting yang harus segera diungkap agar tidak menimbulkan ketakutan berkepanjangan di tengah masyarakat.

FORMAPAS Malut juga mendorong aparat kepolisian untuk meningkatkan langkah operasional melalui pendekatan terpadu, termasuk memperluas jangkauan pengamanan hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang selama ini minim pengawasan.

Selain itu, organisasi tersebut menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses penegakan hukum agar kepercayaan publik tetap terjaga. Keamanan, kata dia, harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, baik yang berada di kawasan pesisir maupun pedalaman.

“Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat. Rasa aman tidak boleh menjadi sesuatu yang terbatas hanya di wilayah tertentu,” tegasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

Piutang DBH Rp278 Miliar Belum Tuntas, Rustam Ode Nuru: Utang Pemprov Jadi Penghambat Ketahanan Fiskal Halmahera Selatan
Ketua DPD Gerindra Malut Suntik Semangat Kader di Halsel, Pemuda Tani: Gerindra Harus Menang Bersama Rakyat pada 2029
Gerindra Malut Tancap Gas, Sahril Thahir Targetkan Struktur Partai Tuntas Hingga 249 Desa di Halsel
Haryadi Ahmad Pimpin PBSI Malut, Usung Misi Besar Cetak Atlet Berprestasi Nasional
DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi
Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi
Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo
Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:47 WIT

Piutang DBH Rp278 Miliar Belum Tuntas, Rustam Ode Nuru: Utang Pemprov Jadi Penghambat Ketahanan Fiskal Halmahera Selatan

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:24 WIT

Ketua DPD Gerindra Malut Suntik Semangat Kader di Halsel, Pemuda Tani: Gerindra Harus Menang Bersama Rakyat pada 2029

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:31 WIT

Gerindra Malut Tancap Gas, Sahril Thahir Targetkan Struktur Partai Tuntas Hingga 249 Desa di Halsel

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:45 WIT

Haryadi Ahmad Pimpin PBSI Malut, Usung Misi Besar Cetak Atlet Berprestasi Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 07:26 WIT

DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 04:07 WIT

Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:14 WIT

Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:15 WIT

HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan

Berita Terbaru