Hasby Yusuf Serahkan Rekomendasi Program Strategis Pariwisata Maluku Utara ke Menteri Pariwisata

Selasa, 6 Mei 2025 - 07:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com Jakarta, 6 Mei 2025 – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, SE, secara resmi menyerahkan dokumen Rekomendasi dan Dukungan Usulan Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Selasa (30/4), di Kantor DPD RI, Jakarta.

Dokumen tersebut diterima langsung oleh Menteri Pariwisata bersama Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur serta Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Usulan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPD RI dan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, yang bertujuan mendorong pembangunan sektor pariwisata daerah secara berkelanjutan dan berdaya saing nasional.

Dalam dokumen tersebut, terdapat delapan program strategis yang diusulkan untuk masuk dalam perencanaan nasional tahun 2026, antara lain:

1. Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pariwisata Pulau Morotai, guna memperkuat statusnya sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional dan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).

2. Pengembangan infrastruktur hijau di Pulau Hiri, Kota Ternate, berupa pembangunan pusat selam (dive center), fasilitas observasi hewan endemik, penginapan ramah lingkungan, dan pusat kuliner lokal.

3. Pembangunan fasilitas destinasi wisata berbasis sejarah rempah-rempah di Halmahera Barat, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan sebagai bagian dari konsep “Segitiga Emas Jalur Rempah”.

4. Peningkatan kapasitas SDM pariwisata melalui pelatihan dan sertifikasi nasional untuk pemandu wisata gunung, laut, dan wisata minat khusus lainnya.

5. Pengusulan Kota Tidore sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), mengingat perannya dalam sejarah nasional, termasuk sebagai pusat perjuangan pembebasan Irian Barat dan warisan rempah.

6. Penambahan jumlah kegiatan dan anggaran Karisma Event Nusantara (KEN) di Maluku Utara, karena saat ini hanya tiga event yang didukung, sementara alokasi anggaran masih tergolong minim.

7. Penguatan kemitraan internasional melalui kerja sama dengan kedutaan negara sahabat (Inggris, Spanyol, Portugal) dan operator kapal pesiar dalam mempromosikan pariwisata Wallacea dan jalur rempah.

8. Peningkatan manajemen lingkungan destinasi wisata, melalui pengadaan sarana pengelolaan sampah terpadu, tempat sampah terpilah, serta pelatihan pengelolaan limbah di lokasi-lokasi wisata utama.

Dalam keterangannya, Hasby Yusuf menekankan bahwa Maluku Utara memiliki potensi pariwisata berbasis alam, budaya, dan sejarah yang luar biasa, namun masih memerlukan dukungan nyata dari pemerintah pusat, terutama dalam hal pembiayaan dan infrastruktur.

“Rekomendasi ini adalah bentuk komitmen kami di DPD RI agar Maluku Utara mendapatkan perhatian yang layak dalam kebijakan nasional pengembangan pariwisata. Ini menyangkut infrastruktur, SDM, hingga kerja sama internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa DPD RI akan terus mengawal proses ini agar seluruh usulan masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026 dan mendapatkan dukungan anggaran melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun program prioritas Kemenparekraf.(red)

Komentar

Berita Terkait

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 
Buntut Dugaan Kasus VCS Bupati Halmahera Utara, Poros Muda Maluku Utara Gelar Audiensi di Kemendagri
Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap
Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026
Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki
Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara
Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri
Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:27 WIT

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:04 WIT

Buntut Dugaan Kasus VCS Bupati Halmahera Utara, Poros Muda Maluku Utara Gelar Audiensi di Kemendagri

Selasa, 29 September 2026 - 05:02 WIT

Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIT

Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026

Rabu, 9 September 2026 - 01:16 WIT

Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki

Selasa, 8 September 2026 - 06:50 WIT

Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Selasa, 8 September 2026 - 06:40 WIT

Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:27 WIT

Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎

Berita Terbaru

Nasional

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 

Kamis, 8 Okt 2026 - 05:27 WIT