Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta– Polemik peluang kerja bagi putera daerah di Blok Migas Masela terus bergulir. Yayasan Suara Timur Indonesia desak Pemerintah jangan mempolitisir keadaan yang nantinya merugikan masyarakat.

Sekretaris di Yayasan Suara Timur Indonesia (STI), Freni Lutruntuhluy angkat suara terkait beredar rumor tentang peluang kerja bagi putera/i asal Maluku di Migas Masela. Yayasan ini mendesak agar ada perlakuan yang adil terhadap anak-anak Maluku, lebih khusus di dua daerah terdampak yaitu Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

“Kemarin ada adik-adik kita yang aksi demo di Kantor Gubernur Maluku dan bertemu langsung dengan Gubernur. Kita berharap pemerintah provinsi mengambil jalan tengah agar rakyat tidak dikorbankan dalam kepentingan Migas Masela tersebut “, ungkapnya di Hotel Cipta, Menteng Jakarta Pusat pada Kamis (08/10).

Menurutnya, jika sampai sekarang informasi tentang quota tenaga kerja ini belum dipastikan secara baik, maka dirinya menduga kalau antara pemerintah kabupaten dan provinsi belum duduk semeja dan bicara secara tuntas nasib anak-anak Maluku dalam kepentingan Migas tersebut.

Ia menegaskan bahwa Blok Migas Masela adalah hasil yang diambil dari Maluku, dan karena itu negara wajib menghargai perjuangan yang dilakukan mahasiswa dan tenaga kerja asal Maluku. Selain itu, dirinya menegaskan bahwa kepala daerah wajib mengutamakan anak-anak Maluku yang sedang berupaya untuk bekerja.

“Kita minta pemda kabupaten dan provinsi untuk jangan mengelak, bila perlu kepala daerah harus di depan bersama rakyat dalam satu perjuangan, yaitu untuk nasib anak-anak kita bekerja langsung di Proyek Migas Masela ini. Kami minta juga agak mahasiswa harus kritis dan ikut menyuarakan jika kebijakan pemerintah merugikan tenaga kerja asal Maluku “, tegasnya.

Pada konteks lain, pria asal Pulau Damer ini mengatakan, kalau banyak janji-janji yang pernah dibuat pemrintah pusat melalui SKK Migas yang sampai sekarang belum terjawab, misalkan rencana membuka balai latihan kerja, rumah sakit dan asra mahasiswa di MBD pada masa kepemimpinan Bupati Barnabas Orno. Janji ini adalah salah satu bukti kalau kepekaan pemerintah menjawab masalah di depan belum baik, sedangkan muncul lagi rumor tentang peluang kerja.

“Inikan janji-janji yang sudah pernah dibicarakan, bahkan ada dokumennya, bagaimanamungkin bisa dengan muda dilupakan, ini ada dalam dokumen resmi, alih-alih bicara soal quota tenaga kerja”, jelasnya.

Dengan melihat persoalan ini, Freni Lutrun meminta agar melalui DPRD dapat memanggil kepala daerah untuk duduk bersama membicarakan wacana yang sedang berkembang.(red)

Komentar

Berita Terkait

Buntut Dugaan Kasus VCS Bupati Halmahera Utara, Poros Muda Maluku Utara Gelar Audiensi di Kemendagri
Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap
Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026
Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki
Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara
Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri
Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎
DataIndo: Komitmen Sufmi Dasco Ahmad Adalah Bukti Negara Butuh “Wasit yang Fair
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:27 WIT

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:04 WIT

Buntut Dugaan Kasus VCS Bupati Halmahera Utara, Poros Muda Maluku Utara Gelar Audiensi di Kemendagri

Selasa, 29 September 2026 - 05:02 WIT

Alokasi DBH Halsel Rp102,8 Miliar Disorot, GPRH Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIT

Senator Hasby Yusuf Apresiasi Dosen UI Inisiatori Lumbung Pangan 3T Morotai sebagai Nominator DPD RI Award 2026

Rabu, 9 September 2026 - 01:16 WIT

Formapas Malut Desak KPK Bongkar Total Kasus Mantan Kepala Balai IX: Jangan Biarkan Nama di Dakwaan Jadi Catatan Kaki

Selasa, 8 September 2026 - 06:50 WIT

Central Pemuda Halmahera Desak Penegak Hukum Selidiki Dugaan Kejanggalan Proyek Swakelola Rp.6,7 MILIAR pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Selasa, 8 September 2026 - 06:40 WIT

Dugaan Keterlibatan Kepala BPJN dalam Proyek Dapur MBG FAI Desak Kepala BGN Evaluasi Total SPPG di Maluku Utara dan Cabut izin operasi Yayasan Abdi Bangun Negeri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:27 WIT

Soal Pertemuan Pemprov Malut-Harita Group, Tokoh Muda Desak Jalan Lingkar Obi Diprioritaskan ‎

Berita Terbaru

Nasional

Tenaga Kerja di Blok Migas Masela Jangan Dipolitisir 

Kamis, 8 Okt 2026 - 05:27 WIT

Regional

Persiapan Diklat Laskar Gerindra Malut Terus Dimatangkan

Senin, 5 Okt 2026 - 12:20 WIT