Kepada Yth.
Presiden Prabowo Subianto,
Yang terhormat Gubernur Sherly Tjoanda dan seluruh pejabat pesta di Sofifi.
Bapak Presiden datang 8 Oktober bawa Rp 180 TRILIUN untuk IWIP. Pemprov sambut dengan HUT ke-27 bertema “Tumbuhnya Harus Terasa”.
APA YANG TERASA?!
Yang terasa itu:
BAU CENGKEH GOSONG SAMPAI KE SOFIFI! 4 Oktober – 9 Oktober 2026. Taliabu Barat Laut dan Taliabu Utara,Halsel,Tikep,kota Ternate,dan beberapa desa di taliabo Salati – Nggele – Onomay – Tikong – Nunu – Wayo – Bobong. Gunung Gabungan, Manatahan, Dusun, Pasir Putih. 42,5 hektar dan 3.971 pohon cengkeh jadi abu dalam satu desa saja. Total 90 hektar, 36 kali kebakaran dalam 3 bulan. 8.381 pohon hilang di data terbaru.
Petani Taliabu panen abu. Kalian panen tepuk tangan di IWIP. Kalian baru tetapkan Tanggap Darurat setelah semuanya rata. Tanggap Darurat dari mana? Darurat pencitraan!
PRESIDEN RESMIKAN NIKEL, RAKYAT RESMIKAN KUBURAN KEBUN!
Bapak Presiden, inilah Maluku Utara yang sesungguhnya:
Di Halteng, Bapak resmikan hilirisasi nikel. Di Taliabu, rakyat resmikan kuburan kebun cengkeh peninggalan nenek moyang.
Di Sofifi, Pemprov resmikan logo HUT. Di Taliabu, rakyat resmikan selang PDAM yang putus karena terbakar.
Ekonomi tumbuh 17%? Ekonomi siapa? Ekonomi lingkar tambang dan lingkar Sofifi! Ekonomi petani cengkeh tumbuh MINUS 3.971 pohon!
TERNATE, TIDORE, HALBAR, HALSEL, MOROTAI – SEMUA KAU BAKAR! 1-6 Oktober 2026, satu provinsi jadi bara. Kota Ternate sesak asap. Tidore batuk. Morotai hitam. Halmahera Barat dan Selatan jadi lautan api. Kalian di mana? Di Sofifi pasang baliho “Maju”!
27 TAHUN PEMPROV MALUKU UTARA ADALAH 27 TAHUN KEBOHONGAN TERSTRUKTUR!
Tumbuh apa?
Tumbuh gedung mangkrak di Sofifi!
Tumbuh APBD yang telat, proyek yang gagal, road race yang hadiahnya bohong!
Tumbuh izin tambang yang lubangnya makin dalam, sementara sumur rakyat makin kering! Tumbuh perut pejabat, tumbuh baliho, tumbuh janji!
27 tahun Sofifi jadi ibukota, tapi otak pemerintahan masih kost di Ternate. 27 tahun otonomi, tapi otak mitigasi bencana masih kosong melompong. Pemadam cuma 2 mobil butut lawan api 42 hektar!
Kalian jual Maluku Utara ke investor dengan harga Rp 180 Triliun, tapi kalian tidak mampu beli 1 helikopter water bombing untuk Taliabu!
JANGAN RAYAKAN HUT INI!
Jangan panggil ini HUT ke-27.
Panggil ini HAUL ke-27. Haul-nya akal sehat Pemprov.
Kubur saja pestanya di abu taliabu,Halsel,Tikep,kota Ternate.
Siram saja kue ulang tahunnya pakai air mata petani di taliabu,Halsel,Tikep,kota Ternate.
Bapak Presiden, Kalau Bapak pulang dari IWIP hanya bawa foto groundbreaking, maka Bapak baru melihat setengah Maluku Utara.
Setengahnya lagi ada di Taliabu yang sedang merangkak di atas arang, mencari sisa cengkeh yang bisa dijual untuk beli beras. Kalau tak mampu padamkan api di 6 kabupaten dalam 1 minggu, jangan bicara Maluku Utara Maju. Itu halusinasi!
27 TAHUN CUKUP!
RAKYAT SUDAH MUAK JADI TUMBAL PESTA SOFIFI!
Taliabu, Halsel, Tikep, Kota Ternate, 9 Oktober 2026 – Dari kebun yang sudah tidak ada.








