tajukmalut.com | Halmahera Utara— Keberadaan usaha rental PlayStation dengan pemiliknya insial N.M di wilayah Popilo kembali menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan aktivitas yang berlangsung hingga larut malam dan dinilai mengganggu kenyamanan serta waktu istirahat masyarakat di sekitar lokasi.
Keluhan tersebut kembali mencuat lantaran aktivitas di tempat rental disebut masih berlangsung pada waktu yang seharusnya digunakan warga untuk beristirahat. Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu ketenangan lingkungan, terutama bagi warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi usaha apalagi sudah berulang kali di tegur oleh Pemerintah Desa setempat di tambah lagi Anggota Keamanan di Desa, namun pemilik usaha tersebut tetap memilih untuk tidak peduli atas sejumlah teguran yang disampaikan.
Menurut Idhal sebagai salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi tempat usaha itu berharap pemilik rental dapat memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mempertimbangkan waktu operasional agar tidak mengganggu masyarakat apalagi usaha tersebut sama sekali belum mengantongi izin usaha setempat. Mereka menilai, menjalankan usaha seharusnya tetap memperhatikan kenyamanan dan hak warga untuk mendapatkan suasana lingkungan yang tenang. Apalagi di sekitarnya ada orang yang sakit dan sangat menganggu waktu mereka saat beristirahat, pungkasnya.
“Yang kami harapkan sebenarnya sederhana, yaitu kenyamanan. Kalau aktivitas masih berlangsung sampai larut malam dan menimbulkan suara yang mengganggu, tentu warga merasa terganggu,” ujar Tabris Djalal sebagai Kepala Desa setempat, saat di temui awak media.
Warga juga meminta adanya perhatian dari pihak kepolisian apabila keluhan tersebut terus berulang karena persoalan ini sebelumnya sudah di laporkan ke Pihak Kepolisian namun hingga hari ini pemilik rental Playstation belum di panggil oleh pihak kepolisian.
Bahkan lewat kegiatan Rapat Pembahasan Kamtibmas sebelum nya pihak Desa telah mengundang pemilik usaha tersebut untuk hadir bersama Pemerintah Desa namun tidak ada itikad yang baik oleh pemilik usaha rental Playstation untuk dapat menghadiri undangan yang dimaksud.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pemilik rental PlayStation terkait keluhan warga tersebut. Demikian pula, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan masyarakat.
Warga berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan dapat segera memperoleh solusi, sehingga aktivitas usaha tetap berjalan dengan baik sekaligus menjaga ketenangan dan kenyamanan masyarakat di lingkungan Popilo.(red)







