tajukmalut.com |Halmahera Selatan – 13 Juni 2025 Masyarakat Desa Wayaloar, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, menyuarakan kekecewaannya atas dugaan tindakan diskriminatif dalam proses perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan tambang PT Gane Tambang Sentosa (GTS). Dalam informasi yang beredar luas di grup WhatsApp dan media sosial, disebutkan bahwa perusahaan hanya menerima pelamar dari tiga desa, yakni Desa Oci, Tapaya, dan Fluk, sementara pelamar dari Wayaloar ditolak mentah-mentah meski berasal dari wilayah yang sama di Kecamatan Obi Selatan.
Keluarga besar RASAI menyatakan sikap tegas mengecam tindakan tersebut. Mereka menilai langkah PT GTS mencederai prinsip keadilan sosial dan menciptakan perpecahan di antara masyarakat Obi Selatan.
“Kami merasa diperlakukan tidak adil. Seolah-olah orang Wayaloar bukan bagian dari Obi. Ini sangat menyakitkan dan melukai harga diri kami sebagai warga Obi Selatan,” ujar salah satu perwakilan keluarga besar RASAI dalam keterangannya kepada media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, mereka mendesak agar pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan dan menyelidiki dugaan diskriminasi ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak Disnaker maupun manajemen PT GTS.
“Proses perekrutan tenaga kerja harus mengedepankan transparansi dan keadilan bagi seluruh warga di lingkar tambang. Tidak boleh ada perlakuan khusus hanya karena faktor asal desa,” lanjut pernyataan tersebut.
Masyarakat berharap agar ke depan proses perekrutan karyawan oleh perusahaan yang beroperasi di Obi Selatan dapat melibatkan seluruh desa secara adil, tanpa tebang pilih. Mereka juga menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa investasi industri tidak justru menjadi pemicu konflik horizontal di masyarakat.(red)









