Warga Wayaloar Kecam Dugaan Diskriminasi Perekrutan Tenaga Kerja oleh PT GTS

Jumat, 13 Juni 2025 - 00:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com |Halmahera Selatan13 Juni 2025 Masyarakat Desa Wayaloar, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, menyuarakan kekecewaannya atas dugaan tindakan diskriminatif dalam proses perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan tambang PT Gane Tambang Sentosa (GTS). Dalam informasi yang beredar luas di grup WhatsApp dan media sosial, disebutkan bahwa perusahaan hanya menerima pelamar dari tiga desa, yakni Desa Oci, Tapaya, dan Fluk, sementara pelamar dari Wayaloar ditolak mentah-mentah meski berasal dari wilayah yang sama di Kecamatan Obi Selatan.

Keluarga besar RASAI menyatakan sikap tegas mengecam tindakan tersebut. Mereka menilai langkah PT GTS mencederai prinsip keadilan sosial dan menciptakan perpecahan di antara masyarakat Obi Selatan.

Kami merasa diperlakukan tidak adil. Seolah-olah orang Wayaloar bukan bagian dari Obi. Ini sangat menyakitkan dan melukai harga diri kami sebagai warga Obi Selatan,” ujar salah satu perwakilan keluarga besar RASAI dalam keterangannya kepada media.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, mereka mendesak agar pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan dan menyelidiki dugaan diskriminasi ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak Disnaker maupun manajemen PT GTS.

“Proses perekrutan tenaga kerja harus mengedepankan transparansi dan keadilan bagi seluruh warga di lingkar tambang. Tidak boleh ada perlakuan khusus hanya karena faktor asal desa,” lanjut pernyataan tersebut.

Masyarakat berharap agar ke depan proses perekrutan karyawan oleh perusahaan yang beroperasi di Obi Selatan dapat melibatkan seluruh desa secara adil, tanpa tebang pilih. Mereka juga menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa investasi industri tidak justru menjadi pemicu konflik horizontal di masyarakat.(red)

Komentar

Berita Terkait

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan
Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI
532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan
PATUT DIPERTANYAKAN KINERJA POLRES HALTENG TERKAIT HASIL VISUM ANGGOTA SBGN
HMI Desak PLN Copot Kepala ULP Saketa, Polda Diminta Ambil Alih
Pemuda Saketa Desak Copot dan Proses Kepala PLN Saketa
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026: Fraksi Golkar Akan Bedah Kebijakan Fiskal Pemkab Halsel, Rustam Soroti DBH hingga Kenaikan PAD
Potensi SDA Obi Diperas, Pembangunan Jalan Lingkar Malah Dianaktirikan Gubernur Sherly Tjoanda
Berita ini 175 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:46 WIT

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:41 WIT

Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:24 WIT

532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:33 WIT

PATUT DIPERTANYAKAN KINERJA POLRES HALTENG TERKAIT HASIL VISUM ANGGOTA SBGN

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:11 WIT

HMI Desak PLN Copot Kepala ULP Saketa, Polda Diminta Ambil Alih

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:34 WIT

Pemuda Saketa Desak Copot dan Proses Kepala PLN Saketa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026: Fraksi Golkar Akan Bedah Kebijakan Fiskal Pemkab Halsel, Rustam Soroti DBH hingga Kenaikan PAD

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:59 WIT

Potensi SDA Obi Diperas, Pembangunan Jalan Lingkar Malah Dianaktirikan Gubernur Sherly Tjoanda

Berita Terbaru