tajukmalut.com | Halmahera Selatan, 19 Juni 2025 – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Daerah Otonomi Baru (DOB) bersama Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Kabupaten Halmahera Selatan menyatakan kekecewaan mendalam terhadap sikap sejumlah anggota DPRD Halsel, khususnya dari Partai Gerindra, yang absen dalam rapat paripurna pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DOB.
Sikap ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap mandat rakyat dan pelecehan terhadap perjuangan panjang yang telah dilakukan oleh masyarakat di Obi, Bacan, Gane, dan Makayoa untuk mendorong pemekaran wilayah.
Leonard Hanna atau Bung Leo, Sekretaris DPC Partai Gerindra Halsel, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyatakan kekecewaannya secara terbuka. Ia menyesalkan tidak satupun dari tiga anggota DPRD Halsel dari Fraksi Gerindra yang hadir dalam rapat paripurna penting tersebut. Padahal dua di antaranya berasal dari daerah pemilihan (dapil) Bacan dan satu dari Gane — wilayah yang menjadi pusat aspirasi DOB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini mencoreng marwah partai. Saya sangat kecewa, karena sikap anggota DPRD Gerindra ini telah menzalimi aspirasi masyarakat Obi, Bacan, dan Gane. Perjuangan DOB ini bukan kepentingan kelompok, melainkan murni suara rakyat dari berbagai wilayah di Halsel,” tegas Bung Leo.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Partai Gerindra seharusnya menjadi lokomotif dalam memperjuangkan hak dan kepentingan masyarakat, bukan justru melemahkan perjuangan dengan mengabaikan forum resmi seperti paripurna pembentukan Pansus.
“Ini sungguh di luar nalar. Bagaimana bisa wakil rakyat yang berasal dari dapil yang terdampak langsung oleh agenda DOB justru absen tanpa alasan yang jelas? Ini seperti ada skenario untuk melemahkan gerakan rakyat,” lanjutnya.
Konsorsium DOB menilai bahwa penundaan pembentukan Pansus DPRD tidak bisa dianggap sekadar kelalaian teknis. Mereka menduga adanya upaya sistematis untuk mengulur-ulur agenda perjuangan rakyat yang sudah bertahun-tahun diperjuangkan.
Mereka juga menegaskan bahwa pada sidang paripurna lanjutan yang akan digelar dalam waktu dekat, kehadiran anggota DPRD dari Gerindra bersifat wajib tanpa alasan. Bung Leo menutup pernyataannya dengan harapan bahwa semua pihak, khususnya perwakilan rakyat dari partainya sendiri, mampu bersikap bijak dan berpihak pada rakyat.(red)









