RPJMD Halsel 2025–2029 Ambisius, Tapi Tantangan Fiskal dan Realitas Daerah Jadi Catatan Kritis

Senin, 16 Februari 2026 - 11:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) 2025–2029 resmi ditetapkan melalui Peraturan Daerah. Dokumen ini memuat visi besar pembangunan lima tahun ke depan dengan sejumlah program prioritas strategis di berbagai sektor .

Namun di balik ambisi tersebut, sejumlah kalangan menilai dokumen ini perlu dikritisi secara serius, terutama dari aspek kemampuan fiskal daerah dan kesesuaian program dengan kondisi riil Halmahera Selatan saat ini.

Dalam dokumen RPJMD, pemerintah daerah memproyeksikan peningkatan pendapatan daerah dan pembiayaan pembangunan yang signifikan dalam lima tahun ke depan . Target pertumbuhan pendapatan, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), terlihat optimistis.

Persoalannya, struktur keuangan Halmahera Selatan hingga saat ini masih sangat bergantung pada dana transfer pusat. PAD relatif kecil dibandingkan total APBD, sementara belanja pegawai dan belanja rutin masih mendominasi struktur anggaran tahunan.

Dengan komposisi fiskal seperti ini, ruang fiskal untuk membiayai program-program besar menjadi terbatas. Jika tidak diikuti strategi peningkatan PAD yang realistis dan terukur, maka ambisi program berisiko hanya menjadi target administratif di atas kertas.

Lebih jauh, potensi volatilitas pendapatan dari sektor pertambangan dan perkebunan juga menjadi faktor risiko. Ketergantungan pada dinamika ekonomi eksternal membuat proyeksi pendapatan jangka menengah perlu dihitung secara konservatif, bukan semata optimistis.

RPJMD memuat berbagai program prioritas pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi daerah, hingga transformasi pelayanan publik berbasis digital .

Namun kondisi faktual di sejumlah wilayah Halmahera Selatan menunjukkan masih adanya persoalan mendasar:

* Akses jalan antar kecamatan dan desa yang belum sepenuhnya memadai

* Ketersediaan air bersih yang belum merata

* Listrik dan jaringan telekomunikasi yang belum stabil di beberapa wilayah kepulauan

* Fasilitas pendidikan dan kesehatan yang masih terbatas

Dengan kondisi geografis kepulauan yang kompleks, tantangan distribusi layanan publik jauh lebih berat dibandingkan daerah daratan. Oleh karena itu, program-program berskala besar yang menargetkan transformasi cepat tanpa penuntasan infrastruktur dasar dinilai kurang realistis.

Salah satu arah kebijakan yang ditekankan dalam dokumen adalah penguatan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik dan digitalisasi pelayanan publik .

Secara konseptual, arah ini sejalan dengan tren nasional. Namun implementasinya di Halmahera Selatan membutuhkan:

* Infrastruktur internet yang merata

* SDM aparatur yang kompeten dalam teknologi informasi

* Sistem pengelolaan data yang terintegrasi

Tanpa kesiapan tersebut, program digitalisasi berpotensi hanya menjadi proyek belanja perangkat tanpa dampak signifikan terhadap kualitas pelayanan publik.

RPJMD juga menetapkan target pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan dalam lima tahun ke depan . Target tersebut terlihat progresif.

Namun realitas menunjukkan bahwa struktur ekonomi Halmahera Selatan masih bertumpu pada sektor primer, dengan ketergantungan tinggi pada pertanian, perikanan, dan aktivitas pertambangan. Diversifikasi ekonomi yang dicanangkan membutuhkan:

Jika tidak disertai roadmap implementasi yang konkret dan pembiayaan yang jelas, maka target pertumbuhan ekonomi berisiko tidak tercapai secara signifikan.

Secara normatif, RPJMD Halmahera Selatan 2025–2029 telah memenuhi kerangka perencanaan pembangunan sesuai regulasi . Namun dari perspektif keuangan dan kondisi objektif daerah, terdapat sejumlah tantangan mendasar:

1. Kapasitas fiskal yang terbatas dibandingkan ambisi program

2. Ketergantungan tinggi pada dana transfer pusat

3. Infrastruktur dasar yang belum sepenuhnya tuntas

4. Kesiapan SDM dan teknologi yang masih perlu diperkuat

RPJMD bukan sekadar dokumen visi, tetapi kontrak pembangunan lima tahunan dengan masyarakat. Oleh karena itu, konsistensi antara target, kemampuan anggaran, dan kondisi riil lapangan menjadi kunci agar dokumen ini tidak sekadar menjadi perencanaan normatif, melainkan benar-benar terwujud dalam perubahan nyata bagi masyarakat Halmahera Selatan.(red)

Komentar

Berita Terkait

Ketua KONI Haltim Resmi Buka Turnamen Futsal Cup I SeOPMI
Diani Hastuti Tiwar Minta Maaf kepada Sahrir Tahir dan Gerindra Maluku Utara
Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar
Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari
Wakil Bupati Haltim Buka Pelatihan Wirausaha Muda Pramuka Penegak
Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata
Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda
Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 00:33 WIT

Ketua KONI Haltim Resmi Buka Turnamen Futsal Cup I SeOPMI

Sabtu, 12 September 2026 - 11:19 WIT

Diani Hastuti Tiwar Minta Maaf kepada Sahrir Tahir dan Gerindra Maluku Utara

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIT

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 06:45 WIT

Wakil Bupati Haltim Buka Pelatihan Wirausaha Muda Pramuka Penegak

Sabtu, 5 September 2026 - 15:51 WIT

Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata

Kamis, 3 September 2026 - 06:17 WIT

Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:49 WIT

Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

Regional

Ketua KONI Haltim Resmi Buka Turnamen Futsal Cup I SeOPMI

Senin, 14 Sep 2026 - 00:33 WIT