tajukmalut.com | Halmahera Selatan 9 Juli 2025– Gelombang kemarahan dan tuntutan keadilan datang dari masyarakat Halmahera Selatan, khususnya Desa Buton, Kecamatan Obi. Seorang anak perempuan di bawah umur menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh enam orang pelaku. Meski laporan telah dilayangkan, hingga kini para pelaku masih belum ditangkap dan bebas berkeliaran.
Korban adalah anak dari pasangan Kariati Ladjaila (Wasiama) dan Ode Nasri. Kasus ini telah mengguncang hati nurani masyarakat, sebab korban yang seharusnya fokus pada pendidikan dan masa depan, justru harus menanggung luka mendalam akibat tindakan biadab dan tidak manusiawi.
Pihak keluarga korban menyatakan kekecewaannya terhadap penanganan kasus oleh aparat penegak hukum. Mereka menuding adanya kelambanan, bahkan dugaan mediasi sepihak oleh oknum aparat yang justru berpotensi mengaburkan jalannya keadilan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah cukup bersabar. Tapi hari ini, kesabaran itu habis. Bila hingga Minggu, 13 Juli 2025, pelaku tidak juga ditangkap, kami akan lakukan boikot terhadap Polsek Obi. Kami akan cari sendiri para pelaku,” tegas salah satu perwakilan keluarga.
Dalam seruan terbuka, keluarga korban bersama masyarakat menuntut:
- Penangkapan dan proses hukum tegas terhadap seluruh pelaku.
- Pencopotan oknum aparat yang terlibat dalam upaya mediasi kasus.
- Transparansi penuh atas proses hukum kasus ini ke publik.
- Jaminan perlindungan serta pemulihan fisik dan psikologis korban.
Masyarakat menilai, diamnya institusi penegak hukum sama saja dengan membiarkan kekerasan terhadap anak terus terjadi. Mereka menyerukan bahwa diam adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai keadilan.
“Aksi damai akan terus dilakukan hingga keadilan benar-benar ditegakkan. Ini bukan hanya soal satu anak. Ini tentang keberanian kita melawan ketidakadilan yang sistemik,” ujar salah satu orator aksi.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa perlindungan anak bukan hanya retorika, melainkan tanggung jawab nyata. Keluarga korban berharap aparat tidak lagi menutup mata dan segera bertindak sebelum kepercayaan masyarakat benar-benar hilang.
“Jika hari ini kita diam, besok mungkin anak kita yang menjadi korban,” begitu pesan yang disampaikan dalam spanduk aksi.(red)









