tajukmalut.com | Halmahera Timur – PT. Jaya Abadi Semesta (PT. JAS) diminta menjaga komitmen terhadap hasil kesepakatan antara Manajemen PT. JAS bersama perwakilan Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut (Ambruk) desa Fayaul, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur.
PT. JAS diminta komitmen terhadap hasil kesepakatan tersebut, karena berdasarkan dari pertemuan di aula Office PT. JAS antara Ketua Teknik Tambang (KTT) Pradiktya didampingi wakil TT Nur Alfan bersama Ambruk, Minggu 23 November 2023.
Pertemuan tersebut, Ambruk menyampaikan dua tuntutan diantaranya ganti rugi lahan atau kompenisasi atas rumput laut, dan dimasukanya desa Fayaul sebagai binaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan mendapat jawaban dari KTT PT. JAS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kordinator Lapangan Julfian Wahab mengatakan, AMBRUK telah menyampaikan tuntutan kepada Manajemen perusahan, terutama ganti rugi atau kompensasi atas kerusakan rumput laut.
“Mengenai ganti rugi dan kompensasi atas rumput laut di desa Fayaul, akan didiskusikan lebih lanjut, dan insentif dengan tim eksternal PT. JAS pada Minggu pertama di bulan Desember 2025,” kata, Julfian.
Ia juga menjelaskan, untuk tuntutan bahwa desa Fayau masuk dalam desa binaan PPM, dimana PT. JAS menanggapi bahwa desa Fayaul menjadi salah satu desa binaan PPM.
”Dari hasil hering yang sudah kami sepakati, AMBRUK akan tetap melakukan pengawalan sesuai dengan isi kesepakatan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, terkait pembayaran kompensasi kerugian ekonomi masayarakat budidaya rumput laut, sikap AMBRUK tetap sama itu harga mati yang tidak bisa ditawar PT JAS.

“Ketika PT JAS mencoba coba melanggar hasil kesepakatan, maka aksi demonstrasi akan dilakukan lagi,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Manajemen PT. ARA belum memberikan tanggapan.
Untuk diketahui, warga masyarakat desa Fayaul yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut (AMBRUK) menuntut kepada Manajemen perusahan tambang PT. Jaya Abadi Semesta (PT. JAS) agar bertanggung jawab atas kerusakan rumput laut yang didugaan pencemaran limbah atas aktivitas bongkar muat diareal Jetty PT. JAS.(red)









