‎Petani Terancam Gagal Panen, Akibat Pencemaran Limbah PT. ARA dan PT. JAS

Jumat, 31 Oktober 2025 - 08:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Timur – Puluhan hektar lahan pertanian khususnya lahan sawah di desa Batu Raja dan Bumi Restu, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur terancam gagal panen dan rusak akibat dugaan tercemari limbah aktivitas pertambangan PT. Alam Raya Abdi (PT. ARA) dan PT. JAS.

Para petani meminta Pemerintah Daerah Haltim menutup sementara aktivitas PT. ARA dan PT. JAS karena selain merugikan, keberadaan perusahan tambang tidak berdampak pada kesejahteraan warga.

Miskiran, salah satu perwakilan kelompok tani mengatakan, dugaan pencemaran limbah dari aktivitas pertambangan bukan kali pertama terjadi, namun pada bulan Mei atau April 2025 pernah terjadi, namun pihak perusahan melakukan ganti rugi.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walaupun dampaknya, perusahan ganti rugi lahan, kita tetap gagal panen waktu itu,” kata, Miskiran kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kali ini dugaan pencemaran limbah di lahan sawah kembali terjadi pada tanggal 26, 27 dan 28 Oktober 2025, sehingga menyebabkan kerugian yang singnifikan bagi petani dan berdampak pada gagal panen

Lahan sawah kami 15 hektar tergabung dalam kelompok, dan kami memastikan sawah yang diduga tercemar Limbah itu akan gagal panen,” keluhnya.

Ia mengatakan, pihak perusahan akan melakukan ganti rugi lahan, namun hal itu menunggu hasil investigasi sesuai hasil kesepakatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di aula kantor camat Wasile batu-batu ini.

Kami berharap, aktivitas tambang dihentikan dulu oleh Pemda Haltim, karena akhir-akhir ini curah hujan tinggi di wilayah Wasile, untuk menghindari kejadian serupa,” pungkasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune
HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA
DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG
Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati
SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:11 WIT

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:29 WIT

HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:43 WIT

DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:16 WIT

Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:22 WIT

SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:05 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:03 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Berita Terbaru