tajukmalut.com | Halmahera Timur – Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Timur (Haltim) memberikan pesan kepada warga masyarakat Kecamatan Wasile dan Kecamatan Wasile Timur, tentang program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang beredar di media sosial (medsos), agar tidak percaya begitu saja mengenai isu negatif MBG yang banyak beredar di medsos.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Haltim, Ricky Chairul Ricfhat pada mewakili Bupati Ubaid Yakub pada kegiatan Lonching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekarsari, SPPG Rawamangun, dan SPPG Dakaino di desa Mekarsari, Kecamatan Wasile pada Kamis, 5 Februari 2026.
Munurut, Ricky bahwa keberadaan SPPG ini menjadi lebih penting, makanya ia sengaja membawa Kadis Kesehatan Haltim, Abdullah Yakub. Karena di daerah-daerah lain itu ada kecendrungan menghadapi masalah, bahwa ketidak hegenisan dari pada makanan yang diproduksi oleh SPPG ke anak anak kita menimbulkan permasalahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mudah-mudahan di Haltim dengan dukungan kuat dinas Kesehatan itu bisa teratasi, karena tadi saya sudah lihat ada pembagian sertifikat, terkait dengan kondisi pemulihan dan pelatihan yang ada dimasing masing SPPG dan mungkin dalam waktu dekat juga pak bupati akan minta Kadis Kesehatan juga untuk membek uap, terkait dengan sertifikat Hegenis dan itu penting untuk keberlangsung,” ujar, Ricky.
Lebih lanjut, Ricky mengatakan, program MBG ini jangan masyarakat terkooptasi dengan medsos yang menyebutkan adanya pemborosan dan sebagainya. Padahal, Pemda Haltim melihat MBG ini ada kelebihannya. Yang pertama, MBG ini yang dimaksudkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah mengurangi angka stanting sampai ketingkat serendah-rendahnya.
“Yang kedua, rogram ini melahirkan multi play efek yakni penyerapan tenaga kerja, dan akan membuat wilayah Haltim secara tingkat pengangguran yang berkurang sangat jauh, karena ibu-ibu kita semua terserap menjadi tenaga merja yang siap pakai didapur MBG, ini yang menjadi hal yang sangat membagakan kami dari pemda,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, wujud komitem Pemda merespon program ini untuk mengalangkan masyarakat agar bersama sama berkomitme untuk menjaga program ini bisa berkesanambungan di wilayah Haltim.
“Apa bila kedepan ada kejadian kejadian luar biasa terkait MBG, kita jangan dulu memfonis sepihak, kita pelajari, meneliti dan kemudian kita memberikan solusi, sehingga pencermatan kami selaku pemda program ini, secara akomulatif untuk kebaikan masyarakat Haltim,” ungkapnya.
Mantan Kepala Bappeda Haltim ini juga menambahkan, kedepanya, ia berharap program MBG ini bisa menjangkau wilayah-wilayah lainya.
“Saya sempat berdiskusi dengan Kordinator MBG Kabupaten Haltim, bahwa wilayah-wilayah 3T ditingkatkan dan menjadi proritas jangan hanya wilayah terjangkau,” pungkasnya.(red)









