PAD Halsel Loyo, Rustam Ode Nuru: Pemerintah Daerah Harus Berani Reformasi!

Selasa, 18 November 2025 - 10:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan — Ketua Fraksi Golkar DPRD Halmahera Selatan, Rustam Ode Nuru, menyoroti ketimpangan serius antara tingginya laju pertumbuhan ekonomi daerah dan stagnannya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, situasi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih miskin inovasi dalam mengelola potensi ekonomi yang dimiliki Halsel.
Rustam menegaskan, geliat ekonomi yang terus dipamerkan oleh pemerintah tidak sejalan dengan kemampuan daerah meningkatkan pendapatannya sendiri.

“Pertumbuhan ekonomi kita terus diklaim membaik, tetapi PAD tidak bergerak signifikan. Ini artinya ada yang salah dalam model pengelolaan ekonomi kita. Potensi besar hanya jadi slogan, sementara pendapatan daerah masih miskin,” ujar Rustam.

Menurut Rustam, Halmahera Selatan memiliki modal besar untuk menumbuhkan kemandirian fiskal, mulai dari sektor perikanan, pertambangan, perkebunan, transportasi laut, hingga pariwisata. Namun, sejauh ini potensi tersebut belum dikelola secara kreatif maupun berkelanjutan.

Ia juga menyoroti perputaran uang yang besar dalam aktivitas ekonomi masyarakat maupun investasi swasta, tetapi kontribusinya terhadap PAD masih jauh dari optimal.

“Industri tambang berkembang, perdagangan hidup, uang berputar cepat. Tapi PAD tetap kecil. Artinya, pemerintah tidak mampu menangkap peluang ekonomi yang ada,” katanya.

Rustam menilai kondisi ini membuat Halmahera Selatan seperti penonton dalam pesta ekonomi yang digelar di rumahnya sendiri.

Ketua Fraksi Golkar ini menilai pemerintah daerah terlalu bergantung pada transfer keuangan dari pusat. Ketergantungan ini membuat kreativitas daerah dalam menggali pendapatan mandiri semakin redup.

“Selama pemerintah daerah nyaman menunggu dana pusat, maka inovasi PAD tidak akan pernah tumbuh. Daerah ini kaya, tapi pengelolaannya miskin terobosan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian pemerintah dalam melakukan reformasi di sektor pajak dan retribusi, terutama pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar namun belum tersentuh optimal.

Rustam mendorong pemerintah Halmahera Selatan untuk mempercepat modernisasi sistem pendapatan daerah, dengan langkah-langkah berikut:

  • Digitalisasi pajak dan retribusi untuk mengurangi kebocoran.
  • Pengawasan ketat sektor pertambangan, terutama kewajiban daerah.
  • Optimalisasi aset-aset daerah yang selama ini tidak termanfaatkan.
  • Penataan sektor perikanan dan pariwisata sebagai sumber PAD baru.
  • Mengurangi birokrasi berbelit yang menghambat iklim usaha lokal.

“Ini bukan soal menghias angka pertumbuhan ekonomi, tapi bagaimana angka itu berdampak nyata pada kas daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Rustam Ode Nuru berharap pemerintah daerah benar-benar melakukan perubahan dalam perencanaan PAD di tahun 2026 dan 2027. Ia menegaskan bahwa kemandirian fiskal adalah syarat penting untuk pembangunan yang berkelanjutan.

“Kalau PAD terus lemah, kita akan sulit membangun. Pemerintah harus bergerak cepat, kreatif, dan berani melakukan reformasi. Jangan lagi mengandalkan pola lama yang tidak memberi manfaat nyata,” tutup Rustam.(red)

Komentar

Berita Terkait

HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten Mengecam Keras Pemda Halsel dan DPRD Dapil Gane: Kebakaran Hutan dan Kebun Warga Gane Barat Selatan Meluas, Otoritas Daerah Mandul Respons!
Sekretaris Gerindra Halsel Apresiasi Gerak Cepat Bawaslu Sosialisasikan Putusan MK 128
Kecelakaan Maut Truk PT ANI, PA-Malut Soroti Pengawasan K3 Disnaker Maluku Utara
Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan Saketa-Dehepodo, HIPMA Halsel Desak Polda Malut Turun Tangan
SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”
Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman
BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN
Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 04:29 WIT

HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten Mengecam Keras Pemda Halsel dan DPRD Dapil Gane: Kebakaran Hutan dan Kebun Warga Gane Barat Selatan Meluas, Otoritas Daerah Mandul Respons!

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIT

Sekretaris Gerindra Halsel Apresiasi Gerak Cepat Bawaslu Sosialisasikan Putusan MK 128

Rabu, 30 September 2026 - 10:17 WIT

Kecelakaan Maut Truk PT ANI, PA-Malut Soroti Pengawasan K3 Disnaker Maluku Utara

Rabu, 30 September 2026 - 03:13 WIT

Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan Saketa-Dehepodo, HIPMA Halsel Desak Polda Malut Turun Tangan

Senin, 28 September 2026 - 11:05 WIT

SMIT “PETANI BUKAN ANGKA, MAHASISWA BUKAN PENONTON, PEMERINTAH BUKAN PEMILIK KEBENARAN.”

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIT

Surat Sudah Didisposisi Bupati, Tindak Lanjut Dipertanyakan, Aliansi Garda Kubung Menggugat Adukan Bupati dan DPMD ke Ombudsman

Minggu, 27 September 2026 - 08:39 WIT

BBM Nelayan Langka, FORKOT HALUT Desak BPH Migas Bongkar Tata Kelola SPBN

Minggu, 27 September 2026 - 08:34 WIT

Dana Disebut Sudah Tersedia Sejak 8 September, Mengapa Jasa Pelayanan RSUD Weda Masih Ditahan?

Berita Terbaru