tajukmalut.com | Halmahera Selatan, Sabtu, 7 Maret 2026 – Korps HMI-Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pertanian Universitas Sains dan Teknologi Nusantara (UNSAN) Cabang Bacan menyatakan dukungan terhadap pengusulan Boki Fatimah atau Princess Van Kasiruta sebagai Pahlawan Nasional.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh TP-PKK Halmahera Selatan bersama Generasi Muda Kesultanan Bacan (GEMA SUBA) yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Sabtu (7/3/2026). Diskusi tersebut mengangkat tema “Satu Perempuan untuk Kebangkitan Jurnalis Nusantara” guna mengenang peran dan kontribusi Princess Van Kasiruta atau Boki Fatimah dalam sejarah jurnalistik di Nusantara.
Ketua KOHATI HMI Komisariat Pertanian UNSAN Cabang Bacan, Dea Amelia Putri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Boki Fatimah memiliki peran penting yang layak diapresiasi oleh negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, jika suami Boki Fatimah yakni Tirto Adhi Soerjo telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya dalam dunia jurnalistik, maka Boki Fatimah juga patut memperoleh pengakuan yang setara.
“Boki Fatimah atau yang lebih dikenal oleh kolonial Belanda sebagai Princess Van Kasiruta mestinya mendapatkan pengakuan yang setara dengan suaminya Tirto Adhi Soerjo sebagai Pahlawan Nasional atas kontribusinya terhadap dunia jurnalistik di Nusantara,” ujar Dea Amelia Putri.
Diskusi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Irfan Ahmad, S.S., M.A, akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Ompu Ibnu Tufail Iskandar Alam dari Kesultanan Bacan, serta Helmi Umar Muchsin selaku Wakil Bupati Halmahera Selatan.
Dalam forum diskusi tersebut, para narasumber memaparkan berbagai perspektif historis terkait peran Boki Fatimah dalam sejarah jurnalistik dan pergerakan intelektual di Nusantara. Pemaparan tersebut dinilai dapat menjadi dasar akademik untuk mendorong pengusulan Boki Fatimah sebagai Pahlawan Nasional.
Dea Amelia Putri juga mendorong Pemerintah Daerah Halmahera Selatan untuk membentuk forum riset yang melibatkan berbagai pihak guna memperkuat pengusulan tersebut.
Forum tersebut diharapkan dapat melibatkan organisasi perempuan, pihak Kesultanan Bacan, komunitas literasi, serta kalangan akademisi untuk menghimpun berbagai data sejarah dan kajian ilmiah mengenai peran Princess Van Kasiruta.
“Kiranya forum riset ini dapat menjadi wadah untuk mengumpulkan informasi dan data-data penting yang nantinya menjadi dasar kuat dalam mengusulkan Boki Fatimah atau Princess Van Kasiruta sebagai Pahlawan Nasional,” tutup Dea.(red)









