Kegagalan Negara Hadir di Wilayah Terpencil, Kasus Loloda Utara Dinilai Akibat Kelalaian Kebijakan Bertahun-Tahun

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Ternate – Tragedi yang menimpa seorang guru SD asal Desa Ngajam, Loloda Utara, membuka kembali borok lama pembangunan di Maluku Utara. Minimnya konektivitas dasar di wilayah terpencil dinilai sebagai bukti nyata kegagalan negara dan pemerintah daerah dalam memastikan hak dasar warganya.

Peneliti Determinan Foundation sekaligus mahasiswa doktoral di Amerika Serikat, Rusydan Arby, menegaskan bahwa peristiwa di Loloda Utara bukan kejadian tunggal, tetapi bagian dari kelalaian kebijakan yang berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan signifikan.

Kasus ini adalah alarm keras. Negara gagal hadir di wilayah-wilayah yang paling membutuhkan. Ini bukan tragedi pertama, dan tidak akan menjadi yang terakhir jika pendekatan pembangunan tidak berubah,” kata Rusydan kepada tajukmalut.com (13/12/2025)

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, diskursus publik yang selama ini dipenuhi perdebatan mengenai Trans Kieraha justru mengalihkan perhatian dari persoalan mendesak. Ia menilai, prioritas pembangunan telah salah arah.

Sudahi dulu euforia Trans Kieraha. Perdebatan itu menjauhkan kita dari masalah paling mendasar: konektivitas dasar bagi warga di wilayah rentan seperti Loloda Utara. Jalan dan jembatan yang putus dibiarkan menunggu bertahun-tahun, sementara energi pemerintah habis untuk proyek-proyek besar yang tidak mendesak,” tegas Rusydan.

Rusydan memaparkan bahwa dalam perspektif Equity Planning ala Norman Krumholz, kelompok paling rentan harus berada pada posisi prioritas pembangunan. Namun realitas di Maluku Utara menunjukkan sebaliknya.

Loloda dan banyak wilayah dengan akses terbatas tidak pernah masuk agenda strategis kebijakan. Pemerintah sibuk membangun simbol, bukan fondasi kehidupan rakyat. Ini kegagalan perencanaan yang sangat serius,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kelemahan fiskal daerah tidak akan pernah selesai jika perencanaan tetap mengikuti pola lama. Menurutnya, anggaran seharusnya menyesuaikan urgensi, bukan kebutuhan publik yang dipaksa menyesuaikan anggaran.

Kalau logika pembangunan tidak diubah, Maluku Utara akan terus stuck dalam pola yang sama: tidak adaptif dan tidak responsif. Kasus Loloda menunjukkan taruhannya nyawa, bukan sekadar data statistik,” katanya.

Rusydan menilai kematian guru SD asal Desa Ngajam harus menjadi titik balik dan peringatan keras bagi pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Peristiwa ini merenggut nyawa seorang pendidik yang hanya ingin menjalankan tugasnya. Negara tidak boleh lagi abai. Prioritas utama harus diberikan pada perbaikan akses yang menyelamatkan warga, sebelum korban berikutnya jatuh,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kualitas pembangunan tidak boleh diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi atau proyek berskala besar, melainkan nilai keselamatan dan kualitas hidup manusia.

Kita harus kembali ke esensi pembangunan: melindungi kehidupan. Itu jauh lebih penting daripada membangun proyek ambisius yang tidak menyentuh kebutuhan riil rakyat,” tutup Rusydan.(red)

Komentar

Berita Terkait

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras
BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang
Sambut HUT RI ke-81, DPC Gerindra Halsel Bagikan Sembako untuk Yatim Piatu dan Janda
Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas
“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”
DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:35 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:05 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:03 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:11 WIT

Rumah Ibadah Diduga Diintimidasi di Labuha, SEKPHAS Desak Aparat Usut Tuntas

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:48 WIT

“SMP Alkhairaat Tobelo Raih Juara I Gerak Jalan Indah, Tampilkan Aksi Memukau”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:46 WIT

DUGAAN PREMANISME DAN INTIMIDASI DI DESA LABUHA, PERSOALAN TANAH WAKAF DIMINTA DITINDAKLANJUTI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:46 WIT

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan

Berita Terbaru

Opini

Dirgahayu RI, Merdeka dari Mafia Kerah Putih

Senin, 17 Agu 2026 - 13:30 WIT