tajukmalut.com | Halmahera Timur – Kecelakaan kerja kembali terjadi di lingkungan pertambangan yang beroperasi di Provinsi Maluku Utara. Insiden tersebut menimpa seorang operator alat berat di lokasi tambang PT Sembiki Tambang Sentosa (STS), tepatnya pada Jumat (9/5/2025) sekitar pukul 10.09 WIT.
Informasi yang dihimpun tajukmalut.com menyebutkan, kecelakaan tersebut melibatkan satu unit alat berat jenis dump truck (DT) milik PT Anugerah Tiga Anoa (ATA), yang merupakan subkontraktor dari PT STS. Akibat peristiwa itu, satu orang pekerja bernama Risman Yusuf, warga Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kejadian tragis itu terekam dalam video amatir yang beredar luas di sejumlah grup WhatsApp. Dalam video tersebut, tampak bagian depan alat berat mengalami kerusakan cukup parah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Halmahera Timur, AKBP Hidayatullah saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.
“Benar, telah terjadi kecelakaan kerja di area tambang PT STS. Tim kami masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mendalami penyebab kecelakaan,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan maupun keluarga korban belum memberikan keterangan resmi.Untuk diketahui, PT STS merupakan salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Halmahera Timur. Sebelumnya, perusahaan ini juga sempat menjadi sorotan publik akibat dugaan penyerobotan lahan warga tanpa ganti rugi. Kasus tersebut sempat memicu aksi unjuk rasa besar-besaran di lokasi tambang, hingga aparat kepolisian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Proses mediasi antara warga dan perusahaan yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara hingga kini belum menghasilkan keputusan final terkait ganti rugi atas lahan yang disengketakan.(red)









