tajukmalut.com | Halmahera Selatan— Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan lintas Bacan Timur Selatan, tepatnya di jalur Wayaua menuju Desa Silang, pada Sabtu (19/7/2025). Sebuah mobil berwarna hitam dengan nomor polisi DG 1038 PC mengalami kecelakaan tragis, menjadi insiden kedua dengan warna dan jenis kendaraan serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu penumpang dalam kecelakaan tersebut, Gadima, warga Desa Silang, mengalami patah tulang di tangan kanan. Sementara tiga penumpang lainnya turut mengalami luka-luka. Peristiwa ini kembali memicu keprihatinan publik terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Silang (IPMS), Afrisal Kasim, mendesak Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Basam Kasuba serta para legislator dari Dapil 5 untuk segera mengambil tindakan konkret atas kondisi jalan yang rusak dan berisiko tinggi tersebut.
“Kecelakaan seperti ini bukan yang pertama. Pemerintah daerah dan DPRD Dapil 5 seharusnya sudah menjadikan ini sebagai alarm untuk bertindak. Jangan tunggu jatuh korban lebih banyak,” tegas Afrisal.
Ia menyoroti pula bahwa beberapa minggu lalu, Bupati Hasan Ali Basam Kasuba sempat mengunjungi Desa Silang untuk menghadiri acara akad nikah kepala desa setempat, namun **melalui jalur laut, bukan darat**. Menurut Afrisal, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin langsung melihat kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju ibu kota Labuha.
“Jika kepala daerah saja memilih jalur laut, itu tanda bahwa jalan darat kita memang bermasalah. Sayangnya, ini tidak dibarengi dengan langkah evaluasi atau perbaikan. Rakyat hanya diingat saat pemilu, tapi dilupakan setelah itu,” tambahnya.
Masyarakat berharap agar suara mereka tidak hanya didengar saat pemilihan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk nyata, seperti peningkatan infrastruktur dasar. Jalan Wayaua–Silang adalah urat nadi penghubung utama menuju pusat pemerintahan di Labuha, dan kondisi jalan yang tidak layak sudah lama menjadi keluhan warga.
Desakan kepada Bupati dan DPRD Dapil 5 kini kian menguat, agar pemerintah segera melakukan perbaikan dan menetapkan anggaran prioritas untuk penanganan jalan lintas Bacan Timur Selatan, demi mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.(red)









