Kasus Korupsi DPRD MALUT tak kunjung terang, Central Pemuda Halmahera bawa laporan ke Kejagung dan KPK

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Jakarta — Polemik dugaan tindak pidana korupsi pembayaran tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024 hingga kini belum menunjukkan kejelasan. Masyarakat Maluku Utara terus menunggu ketegasan hukum atas kasus yang telah ditangani cukup lama oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkara ini telah berstatus penyidikan sejak awal tahun 2026. Tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah pejabat berwenang, mulai dari para pimpinan DPRD Provinsi hingga Sekretaris DPRD pada periode tersebut. Kendati demikian, hingga saat ini Kejati Maluku Utara belum juga menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Menyikapi lambannya penanganan perkara tersebut, Central Pemuda Halmahera (CPH) secara resmi membawa dan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Langkah ini diambil karena publik Maluku Utara mulai resah dengan lambatnya proses hukum di tingkat daerah.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Central Pemuda Halmahera, Abid Ramadhan, menegaskan bahwa kasus ini telah lama menjadi perhatian masyarakat Maluku Utara. Sejak berstatus penyidikan pada Februari lalu, publik menanti ketegasan penyidik kejaksaan untuk menetapkan tersangka, namun tak kunjung membuahkan hasil yang jelas.

“Kami tidak ingin ada proses lamban yang menimbulkan kesan di publik bahwa penegak hukum di daerah tidak lagi dapat diharapkan untuk memberantas korupsi. Oleh karena itu, kami telah secara resmi melaporkan kasus ini agar mendapat atensi langsung dari Kejagung dan KPK,” ujar Abid Ramadhan.

CPH berharap Kejaksaan Agung segera memberikan kejelasan hukum guna menjaga citra institusi kejaksaan agar tidak semakin tercoreng di tengah berbagai persoalan besar yang tengah disorot publik.

Central Pemuda Halmahera menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan memperingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main dalam penanganannya. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan serius untuk membuat terang perkara ini, CPH bersama elemen masyarakat lainnya memastikan akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Agung RI sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal pemberantasan korupsi di Maluku Utara.(red)

Komentar

Berita Terkait

DPP GMNI Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Transmigrasi di Halmahera Utara ke Kementerian Transmigrasi, Diduga Melibatkan Bupati Halut
‎FORMAPAS Minta Kejari Halsel Jangan Lembek: Segera Borgol Tersangka Beasiswa STAIA!
SKANDAL 30 TON SOLAR SUBSIDI: FAI KECAM KERAS PLN ULP SAKETA, DESAK KAPOLRI EVALUASI KAPOLRES HALSEL DAN KAPOLDA MALUT
Sebut nama Kuntu Daud dan Abubakar Abdullah, CPH Desak Kejati Malut Segera Tetapkan tersangka kasus Korupsi Tunjangan DPRD
CPH Adukan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara ke KPK, Minta Supervisi
Central Pemuda Halmahera Desak pimpinan baru Kejati Maluku Utara tuntaskan Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Senilai Rp139 Miliar
Jalan Lingkar Obi Dicoret dari Prioritas Provinsi, Tokoh Pemuda Kecam Kinerja 3 Anggota DPRD Malut Asal Obi
SMIT: Perda Hilirisasi Gagal, Petani Menanggung Beban, Negara Melindungi Siapa?
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:29 WIT

DPP GMNI Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Transmigrasi di Halmahera Utara ke Kementerian Transmigrasi, Diduga Melibatkan Bupati Halut

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:28 WIT

SKANDAL 30 TON SOLAR SUBSIDI: FAI KECAM KERAS PLN ULP SAKETA, DESAK KAPOLRI EVALUASI KAPOLRES HALSEL DAN KAPOLDA MALUT

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:54 WIT

Sebut nama Kuntu Daud dan Abubakar Abdullah, CPH Desak Kejati Malut Segera Tetapkan tersangka kasus Korupsi Tunjangan DPRD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:56 WIT

CPH Adukan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara ke KPK, Minta Supervisi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:07 WIT

Central Pemuda Halmahera Desak pimpinan baru Kejati Maluku Utara tuntaskan Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Senilai Rp139 Miliar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:06 WIT

Jalan Lingkar Obi Dicoret dari Prioritas Provinsi, Tokoh Pemuda Kecam Kinerja 3 Anggota DPRD Malut Asal Obi

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:30 WIT

SMIT: Perda Hilirisasi Gagal, Petani Menanggung Beban, Negara Melindungi Siapa?

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:43 WIT

Skandal Akademik IAI As-Siddiq: ALAMMAT Siap Aksi di Jakarta, Mendesak BK DPRD dan PAW Bahtiar Mole

Berita Terbaru