tajukmalut.com | Halmahera Utara — Kepala Desa Popilo, Tabris Djalal, menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai insiden pemukulan yang terjadi di salah satu rental PlayStation (PS). Klarifikasi tersebut disampaikan karena menurut Tabris, pemberitaan yang beredar sebelumnya dinilai belum memuat informasi secara utuh dari semua pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Tabris Djalal menjelaskan bahwa dirinya perlu memberikan keterangan agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai persoalan tersebut dan tidak hanya berpedoman pada pemberitaan dari satu sisi.
Menurut Tabris, dirinya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menilai setiap pemberitaan mengenai suatu peristiwa seharusnya memberikan ruang bagi pihak-pihak yang terlibat untuk menyampaikan keterangan maupun klarifikasi.
“Saya merasa perlu memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak dipahami hanya dari satu sisi. Saya menghormati kerja jurnalistik, tetapi saya berharap informasi yang disampaikan kepada publik dapat menggambarkan kejadian secara utuh dan berimbang,” ujar Tabris Djalal.
Ia menambahkan, terkait insiden yang terjadi di rental PS tersebut, dirinya menyerahkan proses penyelesaian kepada pihak-pihak yang berwenang apabila memang terdapat persoalan hukum. Menurutnya, sampai terjadi pemukulan terhadap anak-anak karena sudah di tegur berulang kali untuk tidak melakukan keributan ketika bermain Playstation, apalagi sampai larut malam ketika orang sudah tidur dan tempat usaha yang sementara dijalankan itu belum mengantongi izin usaha setempat.
Tabris juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengambil kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan polemik yang lebih luas.
“Saya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas. Jika ada persoalan, mari kita selesaikan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, terkait pemberitaan sebelumnya, Tabris berharap media dapat memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menyampaikan klarifikasi sehingga pemberitaan mengenai insiden tersebut dapat disajikan secara berimbang.
Hingga saat ini, persoalan tersebut sudah di selesaikan di Polres Halmahera Utara dan pihak yang menjadi korban pun sudah menerima hasil dari proses mediasi. Akan tetapi dari pihak Tabris Djalal merasa dirugikan dan siap menempuh jalur hukum karena menilai persoalan ini sudah mencemar nama baik dan keluarga.(red)








