tajukmalut.com | Halmahera Selatan, 25 Juni 2025 — Gelombang kekecewaan meledak dari para pencari kerja lokal Halmahera Selatan terhadap Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat. Rekrutmen terbuka yang digelar Harita Nickel di Hotel Buana Lipu sejak Senin, 23 Juni hingga Rabu dini hari, 25 Juni 2025, dianggap hanya formalitas tanpa hasil nyata bagi tenaga kerja lokal.
Salah satu pencari kerja, (27 Tahun), yang ditemui media ini, menumpahkan kekesalannya terhadap Disnaker Halsel yang dianggap tidak serius memperjuangkan nasib pencari kerja lokal. Ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah rekan telah berjuang mengikuti berbagai proses rekrutmen selama dua tahun terakhir, namun belum sekalipun mendapat kepastian pekerjaan.
“Sebelum ada job fair tahun 2024, kami sudah masukkan lamaran ke Disnaker untuk Harita Nickel, tapi tidak ada tindak lanjut. Lalu kami ikut job fair Desember 2024, tetap juga tidak ada kabar sampai sekarang,” ungkap Putra dengan nada kesal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, pelaksanaan job fair oleh Disnaker Halsel lebih bersifat seremonial dan tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat pencari kerja. Menurutnya, kegiatan tersebut seharusnya menjadi momentum mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja lokal secara adil, transparan, dan berkeadilan sosial.
“Apa gunanya job fair kalau ujung-ujungnya kami tetap tidak dilirik? Kami hanya jadi penonton. Padahal kami punya skill alat berat, operator, bahkan teknisi. Ini jelas Disnaker lebih mengutamakan perusahaan daripada memperjuangkan putra-putri daerah,” tegasnya.
Kekecewaan itu semakin memuncak setelah beredar kabar bahwa puluhan tenaga kerja asing (TKA) kembali masuk ke wilayah Halmahera Selatan untuk bekerja di sektor pertambangan, termasuk di perusahaan Harita Group. Kehadiran TKA ini menjadi ironi tersendiri di tengah banyaknya tenaga kerja lokal yang masih menganggur dan tidak mendapat akses kesempatan kerja yang layak.
“Kalau TKA terus masuk, kami yang lokal mau kerja di mana? Jangan sampai daerah ini hanya jadi ladang eksploitasi, sementara anak negerinya jadi penonton di tanah sendiri,” ujar seorang pencari kerja lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat berharap, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Disnakertrans, benar-benar berpihak kepada pencari kerja lokal dan tidak semata-mata menjadi fasilitator formalitas perusahaan. Evaluasi terhadap pelaksanaan job fair dan kebijakan rekrutmen di sektor pertambangan dinilai mendesak dilakukan agar keadilan kerja dapat dirasakan secara nyata oleh warga setempat.(red)










