Gunakan Limbah Nikel untuk Bak Air Minum, PT Harita Group Dikecam Warga Obi: “Ini Ancaman Kesehatan Nyata!”

Jumat, 16 Mei 2025 - 04:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan -Kekhawatiran masyarakat atas keberadaan industri pertambangan di Pulau Obi kini semakin meningkat. Terbaru, warga Desa Kawasi mengecam keras tindakan PT Harita Group yang diduga menggunakan slag, atau limbah bekas pembuangan nikel, sebagai bahan material dalam pembangunan bak penampungan air minum yang rencananya akan dikonsumsi oleh warga setempat.

Slag merupakan limbah sisa dari proses peleburan bijih nikel, yang diketahui secara ilmiah masih mengandung residu bahan kimia beracun. Jika digunakan secara tidak tepat, residu ini dapat berpotensi mencemari air dan membahayakan kesehatan manusia.“Ini perlahan-lahan bukan hanya mengancam kesehatan, tapi juga bisa membunuh warga kami. Kami mengecam keras tindakan yang sangat ceroboh dan tidak manusiawi ini,” ujar salah satu warga Desa Kawasi yang meminta namanya disamarkan demi keamanan.

Warga Obi, khususnya keluarga-keluarga yang berada di Desa Kawasi, kini menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat untuk turun tangan. Mereka mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar segera melakukan investigasi dan memberikan sanksi tegas terhadap PT Harita Group.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami minta ESDM jangan diam. Ini bukan hanya soal pelanggaran teknis, tapi soal nyawa. Air adalah kebutuhan utama. Jika tempat penampungannya saja dibuat dari limbah beracun, lalu bagaimana kami bisa yakin air itu layak diminum?” tegas salah satu tokoh pemuda Obi.

Menurut studi dari International Journal of Environmental Research and Public Health (2021), slag dari peleburan nikel dapat mengandung unsur logam berat seperti kromium (Cr), nikel (Ni), dan kadmium (Cd) yang bersifat karsinogenik jika terpapar dalam jangka panjang. Paparan logam berat ini dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal, bahkan kanker.

Lembaga swadaya masyarakat lingkungan seperti WALHI dan Greenpeace Indonesia sebelumnya juga menekankan bahwa penggunaan limbah industri dalam proyek publik seperti sumber air bersih harus melalui uji kelayakan dan pemantauan ketat.

Warga Siap Ambil Langkah Hukum dan Aksi Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, warga mengancam akan melakukan aksi besar dan membawa persoalan ini ke jalur hukum.

“Kami tidak ingin menjadi korban atas nama investasi. Jika tidak ada tindakan, kami siap turun ke jalan. Jangan biarkan rakyat menjadi tumbal tambang,” ujar perwakilan masyarakat Obi.Hingga berita ini dirilis, pihak PT Harita Group belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan material slag dalam proyek tersebut.(red)

Komentar

Berita Terkait

DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi
Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi
Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo
Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan
HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan
Sahril Thahir Turun Langsung ke Halteng, Gerindra Matangkan Konsolidasi dan Siapkan Peresmian Kantor Baru
POLDA Maluku Utara Raih Apresiasi Kemenkum atas Penguatan Layanan Hukum Desa
‎Pelantikan Pengurus ISEI Komisariat Halmahera Selatan, Kepala BPS RI Jadi Keynote Speaker Seminar Nasional Agromaritim
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:26 WIT

DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi

Senin, 22 Juni 2026 - 03:20 WIT

Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 04:07 WIT

Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:14 WIT

Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:15 WIT

HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan

Senin, 15 Juni 2026 - 10:29 WIT

POLDA Maluku Utara Raih Apresiasi Kemenkum atas Penguatan Layanan Hukum Desa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:39 WIT

‎Pelantikan Pengurus ISEI Komisariat Halmahera Selatan, Kepala BPS RI Jadi Keynote Speaker Seminar Nasional Agromaritim

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:36 WIT

Kadis Haltim Didesak Turun ke PT. HPU Untuk Prioritaskan Rekrumen Karyawan Lokal

Berita Terbaru

Regional

Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo

Sabtu, 20 Jun 2026 - 04:07 WIT

Regional

HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan

Selasa, 16 Jun 2026 - 04:15 WIT