DW Ungkap Kandungan Racun Mematikan di Limbah Harita Nickel, Pemerintah Didesak Lakukan Investigasi Serius

Selasa, 6 Mei 2025 - 04:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmaut.com Halmahera Selatan 6 Mei 2025– Dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah industri pertambangan kembali mencuat ke permukaan. Kantor berita ternama asal Eropa, Deutsche Welle (DW), dalam laporan terbarunya, mengungkap bahwa limbah milik perusahaan Harita Nickel yang beroperasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mengandung senyawa kimia berbahaya hexavalent chromium atau Cr6.

Cr6 dikenal sebagai zat kimia beracun yang memiliki potensi memicu penyakit serius, termasuk kanker, serta dapat mencemari tanah dan sumber air dalam jangka panjang. Temuan ini sontak menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Pulau Obi.

Dalam laporan DW tersebut, diperlihatkan hasil uji laboratorium yang menunjukkan keberadaan Cr6 dalam limbah yang dibuang ke lingkungan sekitar. Sejumlah warga lokal pun memberikan kesaksian tentang dampak negatif yang mereka rasakan, mulai dari iritasi kulit hingga penurunan kualitas air bersih.

Desakan terhadap Pemerintah Pusat dan DaerahmMenanggapi laporan tersebut, berbagai pihak mendesak negara, khususnya Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, untuk tidak tinggal diam. Negara diminta segera turun tangan melakukan investigasi independen, mengaudit seluruh aktivitas pengelolaan limbah tambang, serta memitigasi potensi bencana lingkungan dan kemanusiaan.

“Ini bukan hanya soal pencemaran, tapi potensi bencana kemanusiaan. Negara harus hadir melindungi rakyat dan lingkungan,” ujar salah satu aktivis lingkungan lokal yang enggan disebut namanya.

Pakar lingkungan juga menyoroti pentingnya regulasi ketat terhadap perusahaan-perusahaan tambang, termasuk transparansi hasil uji dampak lingkungan (AMDAL), serta evaluasi berkala terhadap izin operasional. Masyarakat Terancam, Lingkungan Rusak Pulau Obi dikenal sebagai salah satu kawasan strategis pertambangan nikel di Indonesia. Namun, laporan DW mengungkap sisi gelap dari aktivitas industri tersebut. Tidak hanya merusak ekosistem laut dan darat, tapi juga mengancam keselamatan masyarakat yang hidup di sekitar area tambang.

Sementara itu, masyarakat dan aktivis lingkungan berharap pemerintah pusat segera membentuk tim gabungan yang melibatkan lembaga independen.(red)

untuk menyelidiki kasus ini.**Link Video:**[Laporan DW terkait limbah beracun Harita di Obi] (https://youtu.be/2g-nnMiaY14?si=TRPItmu5YxJZFYJJ)

Komentar

Berita Terkait

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar
Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari
Wakil Bupati Haltim Buka Pelatihan Wirausaha Muda Pramuka Penegak
Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata
Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda
Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026
Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan
Soroti Tenaga Kerja, DPRD Haltim RDP Bersama Antam Group
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIT

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 10:38 WIT

Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari

Sabtu, 5 September 2026 - 15:51 WIT

Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata

Kamis, 3 September 2026 - 06:17 WIT

Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:49 WIT

Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:45 WIT

Soroti Tenaga Kerja, DPRD Haltim RDP Bersama Antam Group

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Warga Desa Bobo Desak Inspektorat Audit Kades Bobo, Diduga Dana Desa Tak Transparan

Berita Terbaru