DOB Obi Menggema, Sanggupkah Bupati Halmahera Selatan Melepas Pulau Kaya Itu?

Sabtu, 10 Mei 2025 - 03:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan Gelombang desakan untuk menjadikan Pulau Obi sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) kian menguat. Warga dari berbagai penjuru Obi menyuarakan aspirasi pemekaran wilayah, mendesak pemerintah daerah dan pusat agar mempercepat proses pembentukan Kabupaten Obi. Namun pertanyaan besar muncul: Sanggupkah Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, melepas salah satu lumbung pendapatan daerahnya sendiri?

Pulau Obi selama ini dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, khususnya di sektor pertambangan nikel dan kehutanan. Puluhan perusahaan tambang beroperasi di wilayah ini, menyumbang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Halmahera Selatan.

“Kalau Obi jadi DOB, PAD Halmahera Selatan akan kehilangan tumpuan utama. Ini bukan hanya soal pemekaran administratif, tapi menyangkut ekonomi politik daerah,” ujar seorang analis kebijakan lokal.

Bagi Pemkab Halmahera Selatan, melepaskan Obi berarti kehilangan wilayah strategis dengan kontribusi fiskal yang besar. Namun bagi masyarakat Obi, pemekaran adalah harapan lama untuk mendapatkan keadilan pembangunan, akses pelayanan publik yang lebih dekat, serta ruang politik yang lebih mandiri.

Secara politik, Bupati Bassam Kasuba berada di posisi sulit. Mendukung DOB bisa mengangkat simpati rakyat Obi namun berisiko menggerus kekuatan fiskal dan stabilitas politik di ibu kota kabupaten, Labuha. Sementara menahan pemekaran berpotensi memicu ketegangan sosial dan gelombang protes yang meluas, seperti yang kini mulai tampak.

Salah satu tokoh pemuda Obi, mengatakan bahwa sudah saatnya Bupati berpikir secara negarawan, bukan sekadar kepala daerah. “Kami ingin berdiri sendiri, membangun sendiri, dan mengelola kekayaan kami untuk kemajuan Obi,” tegasnya.

Proses pemekaran daerah sendiri memerlukan dukungan administratif, rekomendasi gubernur, serta persetujuan dari pemerintah pusat dan DPR RI. Sumber internal menyebutkan, sejumlah dokumen penting dari Pemkab Halsel hingga kini masih tertahan.

Kini, sorotan publik tertuju pada Bassam Kasuba. Mampukah ia mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan fiskal dan politik jangka pendek? (red)

Komentar

Berita Terkait

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar
Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari
Wakil Bupati Haltim Buka Pelatihan Wirausaha Muda Pramuka Penegak
Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata
Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda
Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026
Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan
Soroti Tenaga Kerja, DPRD Haltim RDP Bersama Antam Group
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:14 WIT

Usai Periksa Kadis LH dan Menantu Bupati Halut, CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka Proyek Rp6,7 Miliar

Selasa, 8 September 2026 - 10:38 WIT

Menatap Bupati Cup 2026, Kecamatan Bacan Teken Kontrak Kepelatihan dan Gelar Seleksi 3 Hari

Sabtu, 5 September 2026 - 15:51 WIT

Kasihan…!!! Di Pusat Pemerintahan Halmahera Selatan, Janda 5 Anak Hidup Tak Layak, Warga Desak Pemerintah Buka Mata

Kamis, 3 September 2026 - 06:17 WIT

Ir. Muhdin: Negeri, Kuasa, dan Kapita Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Wakil Bupati Sampaikan Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:49 WIT

Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:45 WIT

Soroti Tenaga Kerja, DPRD Haltim RDP Bersama Antam Group

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:17 WIT

Warga Desa Bobo Desak Inspektorat Audit Kades Bobo, Diduga Dana Desa Tak Transparan

Berita Terbaru