DOB Obi Menggema, Sanggupkah Bupati Halmahera Selatan Melepas Pulau Kaya Itu?

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan Gelombang desakan untuk menjadikan Pulau Obi sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) kian menguat. Warga dari berbagai penjuru Obi menyuarakan aspirasi pemekaran wilayah, mendesak pemerintah daerah dan pusat agar mempercepat proses pembentukan Kabupaten Obi. Namun pertanyaan besar muncul: Sanggupkah Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, melepas salah satu lumbung pendapatan daerahnya sendiri?

Pulau Obi selama ini dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, khususnya di sektor pertambangan nikel dan kehutanan. Puluhan perusahaan tambang beroperasi di wilayah ini, menyumbang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Halmahera Selatan.

“Kalau Obi jadi DOB, PAD Halmahera Selatan akan kehilangan tumpuan utama. Ini bukan hanya soal pemekaran administratif, tapi menyangkut ekonomi politik daerah,” ujar seorang analis kebijakan lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Pemkab Halmahera Selatan, melepaskan Obi berarti kehilangan wilayah strategis dengan kontribusi fiskal yang besar. Namun bagi masyarakat Obi, pemekaran adalah harapan lama untuk mendapatkan keadilan pembangunan, akses pelayanan publik yang lebih dekat, serta ruang politik yang lebih mandiri.

Secara politik, Bupati Bassam Kasuba berada di posisi sulit. Mendukung DOB bisa mengangkat simpati rakyat Obi namun berisiko menggerus kekuatan fiskal dan stabilitas politik di ibu kota kabupaten, Labuha. Sementara menahan pemekaran berpotensi memicu ketegangan sosial dan gelombang protes yang meluas, seperti yang kini mulai tampak.

Salah satu tokoh pemuda Obi, mengatakan bahwa sudah saatnya Bupati berpikir secara negarawan, bukan sekadar kepala daerah. “Kami ingin berdiri sendiri, membangun sendiri, dan mengelola kekayaan kami untuk kemajuan Obi,” tegasnya.

Proses pemekaran daerah sendiri memerlukan dukungan administratif, rekomendasi gubernur, serta persetujuan dari pemerintah pusat dan DPR RI. Sumber internal menyebutkan, sejumlah dokumen penting dari Pemkab Halsel hingga kini masih tertahan.

Kini, sorotan publik tertuju pada Bassam Kasuba. Mampukah ia mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan fiskal dan politik jangka pendek? (red)

Komentar

Berita Terkait

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Pemuda Muhamadiyah Hadir Sebagai Kekuatan Moral, Intelektual dan Sosial
Hadiri Hari Pers Nasional di Banten, Bupati Haltim : Pers Memiliki Peran Vital di Daerah
Konfercab Ke-IV GMNI Halsel Resmi Dibuka, Ketum DPP Tekankan Dialektika Intelektual Kader
HUT ke-18 Gerindra, DPD Maluku Utara Tebar Kepedulian Sosial
Bupati Haltim Temui BPH Migas Usul Penambahan Kuota BBM
Milad ke-18 Gerindra, DPC Halsel Gelar “Gerindra Berbagi” di Sejumlah Titik
Tahun ini Pemda Haltim Bakal Tuntaskan Tapal Batas Antar Desa di Lima Kecamatan Zona Maba
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:24 WIT

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Senin, 9 Februari 2026 - 13:58 WIT

Pemuda Muhamadiyah Hadir Sebagai Kekuatan Moral, Intelektual dan Sosial

Senin, 9 Februari 2026 - 08:24 WIT

Hadiri Hari Pers Nasional di Banten, Bupati Haltim : Pers Memiliki Peran Vital di Daerah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:23 WIT

Konfercab Ke-IV GMNI Halsel Resmi Dibuka, Ketum DPP Tekankan Dialektika Intelektual Kader

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:17 WIT

Bupati Haltim Temui BPH Migas Usul Penambahan Kuota BBM

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:57 WIT

Milad ke-18 Gerindra, DPC Halsel Gelar “Gerindra Berbagi” di Sejumlah Titik

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:36 WIT

Tahun ini Pemda Haltim Bakal Tuntaskan Tapal Batas Antar Desa di Lima Kecamatan Zona Maba

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:34 WIT

Perdana Program MBG, Sekda Haltim Jangan Terkooptasi Dengan Medsos

Berita Terbaru

Regional

Satu Unit Mesin PLN Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Selasa, 10 Feb 2026 - 16:24 WIT

Nasional

Menhan Siapkan Pelatihan Militer untuk 4.000 ASN Jakarta

Sabtu, 7 Feb 2026 - 12:59 WIT