Diduga Ada Diskriminasi, Perawat RS Labuha Keluhkan Mutasi Sepihak

Rabu, 6 Agustus 2025 - 12:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Labuha mengeluhkan kebijakan mutasi yang dilakukan secara sepihak oleh salah satu pimpinan rumah sakit. Mutasi tersebut dinilai tanpa melalui mekanisme yang jelas dan tanpa mempertimbangkan kondisi perawat bersangkutan.

Menurut keterangan seorang perawat yang enggan disebutkan namanya, kebijakan ini tidak hanya merugikan tenaga kesehatan, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien.

Kami dipindahkan begitu saja tanpa ada penjelasan yang jelas. Padahal di ruangan lama, kami sudah memahami mekanisme kerja. Di ruangan baru, tentu butuh penyesuaian lagi, dan ini bisa memengaruhi pelayanan pasien,” ungkapnya, Selasa (5/8/2025).

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, perawat tersebut menyebutkan bahwa mutasi sepihak ini dirasakan sebagai bentuk diskriminasi. Ia menilai kebijakan tersebut muncul setelah mereka menyuarakan persoalan terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Jasa Pelayanan (Jaspel) di rumah sakit.

Kami merasa dipindahkan karena kami menyuarakan hak-hak kami soal TPP dan Jaspel. Ini seperti bentuk pengancaman terhadap kami,” tambahnya.

Mutasi tenaga kesehatan yang dilakukan tanpa komunikasi berisiko menimbulkan keresahan di internal RS Labuha. Apalagi, perawat merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RS Labuha belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para tenaga kesehatan tersebut. Publik berharap manajemen rumah sakit dapat mengedepankan prinsip transparansi, komunikasi yang baik, serta menjamin hak-hak tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.(red)

Komentar

Berita Terkait

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan
Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI
532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan
PATUT DIPERTANYAKAN KINERJA POLRES HALTENG TERKAIT HASIL VISUM ANGGOTA SBGN
HMI Desak PLN Copot Kepala ULP Saketa, Polda Diminta Ambil Alih
Pemuda Saketa Desak Copot dan Proses Kepala PLN Saketa
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026: Fraksi Golkar Akan Bedah Kebijakan Fiskal Pemkab Halsel, Rustam Soroti DBH hingga Kenaikan PAD
Potensi SDA Obi Diperas, Pembangunan Jalan Lingkar Malah Dianaktirikan Gubernur Sherly Tjoanda
Berita ini 551 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:46 WIT

BBM PLN Saketa Diduga Dicuri, Pemuda Saketa Tantang Polres Halsel dan Inspektorat PLN Buka-bukaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:41 WIT

Pekan Ini TPP Tahap II Terbayar, Bupati Ubaid Sebut Hadia HUT RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:24 WIT

532 Hektar Lahan Cetak Sawah Haltim, Tersebar di Tiga Kecamatan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:33 WIT

PATUT DIPERTANYAKAN KINERJA POLRES HALTENG TERKAIT HASIL VISUM ANGGOTA SBGN

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:11 WIT

HMI Desak PLN Copot Kepala ULP Saketa, Polda Diminta Ambil Alih

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:34 WIT

Pemuda Saketa Desak Copot dan Proses Kepala PLN Saketa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026: Fraksi Golkar Akan Bedah Kebijakan Fiskal Pemkab Halsel, Rustam Soroti DBH hingga Kenaikan PAD

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:59 WIT

Potensi SDA Obi Diperas, Pembangunan Jalan Lingkar Malah Dianaktirikan Gubernur Sherly Tjoanda

Berita Terbaru