tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Laporan penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Harita Nickel dalam kurun empat tahun terakhir menarik perhatian sejumlah warga Pulau Obi, khususnya Desa Kawasi. Berdasarkan data yang beredar di berbagai media, sejak 2021 hingga 2024, total realisasi dana program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dilaporkan perusahaan mencapai Rp 307,99 miliar.
Secara rinci, perusahaan menyebutkan pada 2021 telah menyalurkan Rp 12,77 miliar. Angka ini meningkat pada 2022 menjadi Rp 21,62 miliar, kemudian naik signifikan di 2023 sebesar Rp 123,6 miliar, dan pada 2024 mencapai Rp 150 miliar.
Namun, sebagian masyarakat masih mempertanyakan sejauh mana program-program tersebut telah dirasakan manfaatnya secara langsung. Tokoh muda Obi, Dede Ardiansyah, menyampaikan pentingnya keterbukaan informasi agar publik bisa memahami realisasi kegiatan CSR tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pertanyaan ini muncul karena masyarakat ingin tahu. Apakah dana itu sudah benar-benar menyentuh kebutuhan warga? Kalau memang sudah banyak program, tentu kami berharap bisa diinformasikan secara terbuka,” ujar Dede, Selasa (8/7).
Ia menilai transparansi penggunaan dana CSR akan membantu menjawab berbagai keraguan sekaligus memastikan program benar-benar tepat sasaran.
“Ratusan miliar itu bukan angka kecil. Kalau itu sudah dikucurkan, kami ingin tahu datanya, kegiatan apa saja, di mana lokasinya, dan seperti apa manfaatnya untuk masyarakat Obi,” sambungnya.
Selain itu, Dede juga menyinggung kondisi lingkungan di sekitar kawasan tambang yang menurutnya perlu terus diperhatikan bersama, termasuk potensi dampak banjir dan kualitas air bersih. Ia berharap ke depan pengelolaan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih seimbang.
“Kami tidak bermaksud menyalahkan pihak manapun. Harapannya hanya satu: program CSR ini benar-benar memberi perubahan yang nyata. Kalau memang ada infrastruktur, pendidikan, pertanian, kita ingin tahu lebih jelas supaya masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” tuturnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah maupun pihak terkait bisa memfasilitasi penjelasan yang komprehensif sehingga masyarakat memperoleh informasi secara utuh.
“Kalau semua terbuka, tidak ada lagi prasangka. Kita sama-sama ingin membangun Obi lebih baik,” pungkasnya.
Isu transparansi CSR ini menjadi catatan penting yang diharapkan dapat dibahas secara konstruktif oleh berbagai pihak. Masyarakat berharap komunikasi ke depan lebih intens agar penyaluran dana CSR semakin tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan lebih luas.(red)









