Capaian MCP Pemkab Halsel Dinilai Kontradiktif: Defisit Anggaran, Proyek Mangkrak, dan BPRS Saruma Jadi Sorotan

Rabu, 7 Mei 2025 - 21:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan, 8 Mei 2025—Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengklaim capaian membanggakan berupa skor 100 persen pada Indeks Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2024. Namun di balik angka tersebut, publik mempertanyakan substansi capaian itu, mengingat situasi riil yang menunjukkan defisit anggaran, lemahnya pelayanan publik, dan banyaknya proyek yang terbengkalai.

Kepala BKAD Halmahera Selatan sebelumnya menyatakan bahwa skor MCP Halsel mencakup delapan aspek tata kelola pemerintahan, termasuk penganggaran, pengadaan barang dan jasa, dan pelayanan publik. Namun realita menunjukkan sejumlah persoalan krusial yang menggambarkan lemahnya manajemen anggaran dan perencanaan pembangunan.Salah satu indikator nyata adalah defisit anggaran daerah yang tercatat dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun 2024. Defisit ini berdampak pada terhambatnya layanan dasar dan gagalnya penyelesaian proyek-proyek penting.

  • Proyek Jalan Lintas Makian senilai Rp7,8 miliar yang bersumber dari APBD 2023 mangkrak meskipun kontraknya telah berakhir. Hal ini memicu demonstrasi warga, bahkan berujung pada kekerasan terhadap demonstran.
  • Pasar Rakyat Kayoa dan Obi, hingga kini tidak beroperasi secara optimal, walau sudah menyedot APBD lebih dari Rp5 miliar.
  • Fasilitas ruang publik dan jalan lingkungan di beberapa kecamatan seperti Bacan Selatan, Obi, dan Gane juga dilaporkan belum tuntas,

Kondisi ini diperparah dengan kasus kredit macet besar-besaran di tubuh PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma Sejahtera, bank milik Pemkab Halsel. Berdasarkan laporan, Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan tengah mendalami dugaan penyimpangan keuangan, termasuk kredit fiktif yang menyebabkan kerugian miliaran rupiah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BKAD Halsel sebelumnya mengklaim capaian MCP adalah bukti komitmen pemerintahan yang bersih. Namun, pengamat kebijakan publik menyebut, capaian MCP bersifat administratif dan tidak selalu mencerminkan praktik nyata pengelolaan keuangan dan pembangunan di daerah.“Prestasi administratif tidak bisa menutupi fakta bahwa proyek tidak jalan, APBD defisit, dan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan daerah seperti BPRS Saruma terus merosot,” ujar seorang akademisi dari Ternate.

Seiring meningkatnya belanja modal dan realisasi program yang tidak sejalan dengan pendapatan daerah, defisit pun tak terelakkan. Hal ini berdampak langsung pada melemahnya kualitas pelayanan publik. Keluhan soal ketersediaan obat di Puskesmas, layanan air bersih, hingga distribusi bantuan sosial kerap terdengar dari masyarakat bawah.

Meskipun skor MCP tinggi, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa MCP lebih bersifat administratif dan tidak sepenuhnya mencerminkan efektivitas serta integritas pemerintahan. Tanpa perbaikan menyeluruh dalam pengawasan proyek, tata kelola anggaran, dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat, nilai MCP hanya akan menjadi simbol di atas kertas.

“Ini bukan sekadar angka. Kita bicara soal akuntabilitas publik. Jika proyek mangkrak, layanan buruk, dan rakyat tak dilayani dengan layak, maka klaim prestasi itu tak punya legitimasi,” terang akademisi itu (red)

Komentar

Berita Terkait

Haryadi Ahmad Pimpin PBSI Malut, Usung Misi Besar Cetak Atlet Berprestasi Nasional
DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi
Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi
Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo
Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan
HOMPIMPA: Tradisi dan Konsep Penyerahan kepada Tuhan
Sahril Thahir Turun Langsung ke Halteng, Gerindra Matangkan Konsolidasi dan Siapkan Peresmian Kantor Baru
POLDA Maluku Utara Raih Apresiasi Kemenkum atas Penguatan Layanan Hukum Desa
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:45 WIT

Haryadi Ahmad Pimpin PBSI Malut, Usung Misi Besar Cetak Atlet Berprestasi Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 07:26 WIT

DPD Gerindra Kecam Pemprov Malut Penyelenggaraan MTQ Malut Dilaksanakan di Ruang Bawa Tanah Mesjid Raya Sofifi

Senin, 22 Juni 2026 - 03:20 WIT

Agromaritim: Antara Romantisme Konsep dan Kekosongan Implementasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 04:07 WIT

Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:14 WIT

Fraksi Perjuangan-Demokrat “Kuliti” Kinerja APBD 2025: Anggaran Besar, Dampak ke Rakyat Masih Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:52 WIT

Sahril Thahir Turun Langsung ke Halteng, Gerindra Matangkan Konsolidasi dan Siapkan Peresmian Kantor Baru

Senin, 15 Juni 2026 - 10:29 WIT

POLDA Maluku Utara Raih Apresiasi Kemenkum atas Penguatan Layanan Hukum Desa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:39 WIT

‎Pelantikan Pengurus ISEI Komisariat Halmahera Selatan, Kepala BPS RI Jadi Keynote Speaker Seminar Nasional Agromaritim

Berita Terbaru

Regional

Bupati Haltim Hadiri PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo

Sabtu, 20 Jun 2026 - 04:07 WIT