tajukmalut.com | Halmahera Timur – Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub didampingi Sekretaris Daerah Ricky Chairul Ricfhat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jendral Bina Marga pada Kemnetrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis 13 November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Sekda Haltim diterima langsung oleh Direktur Sistem dan Strategi Pengembangan Jalan dan Jembatan (SSPJJ) Dewo, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Freddy Siagiaan, serta Direktur Kepatuhan Intern Untoro.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah usulan pembangunan dan peningkatan jalan daerah di Kabupaten Halrim khususnya infrastruktur yang berperan penting sebagai penghubung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Ubaid Yakub mengatakan, pembangunan jalan merupakan kebutuhan mendesak untuk membuka akses antar wilayah dan memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, serta komoditas lokal lainnya.
“Kami menyampaikan beberapa usulan prioritas kepada Bina Marga PUPR, terutama peningkatan jalan yang menghubungkan sentra-sentra produksi pangan dan kawasan ekonomi rakyat. Dengan infrastruktur yang memadai, karena akan berdampak potensi daerah akan tumbuh lebih cepat dan menopang ketahanan pangan nasional,” kata, Ubaid.
Sekda Ricky Chairul Richfat menambahkan, Pemda Haltim telah menyiapkan dokumen teknis dan data pendukung untuk mempercepat proses tindak lanjut dari pemerintah pusat.
“Kami memastikan seluruh aspek teknis dan administratif telah siap agar usulan ini dapat segera direalisasikan. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci pemerataan pembangunan di wilayah timur Halmahera,” ungkap, Ricky.
Ia juga mengatakan, pihak Kementerian PUPR, melalui jajaran Direktorat Bina Marga, menyambut positif langkah tersebut dan berkomitmen untuk menindaklanjuti sesuai prioritas program nasional serta ketersediaan anggaran tahun mendatang.
“Kunjungan kerja ini menjadi wujud nyata sinergi antara Pemda Haltim dan Kementerian PUPR, dalam membangun konektivitas yang kuat, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Maluku Utara,” pungkasnga. (red)









