Biaya Pendaftaran Rp 3 Juta di Musda KNPI Halsel Dinilai Bentuk Komersialisasi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 02:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com |Halmahera Selatan– Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII DPD KNPI Halmahera Selatan, polemik mencuat terkait biaya partisipasi pendaftaran bakal calon Ketua KNPI yang dipatok sebesar Rp 3 juta.

Ketua Sigaro Research, Sugiarto M. Taher, menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan semangat KNPI sebagai wadah strategis pengembangan potensi pemuda. Menurutnya, penetapan biaya tinggi justru mencederai nilai inklusivitas organisasi kepemudaan.

KNPI seharusnya menjadi ruang bagi semua pemuda untuk berpartisipasi, bukan hanya bagi mereka yang mampu membayar. Pungutan Rp 3 juta jelas terlalu mahal, dan terkesan menjadikan Musda ajang komersialisasi,” ujar Sugiarto, (19/8/2025).

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sugiarto mengingatkan kembali pernyataan Steering Committee Musda, Alfardi S. Stomer, yang menyebut KNPI adalah wadah strategis untuk membangun integritas dan menggerakkan pemuda demi kemajuan daerah dan bangsa. Namun, menurutnya, spirit itu gugur ketika akses kepemimpinan dipersempit dengan biaya tinggi.

Pernyataan bahwa KNPI membutuhkan pemimpin berintegritas tidak akan relevan jika sejak awal proses seleksi sudah dipagari dengan biaya besar. Integritas tidak lahir dari uang pendaftaran, tapi dari kapasitas, visi, dan keberpihakan kepada kepentingan pemuda,” tegasnya.

Lebih jauh, Sugiarto meminta agar panitia Musda meninjau kembali keputusan tersebut demi menjaga marwah KNPI sebagai organisasi pemuda yang independen dan terbuka bagi semua kalangan.

Kalau KNPI ingin menjadi rumah besar pemuda, maka jangan ada mekanisme yang membuat pemuda merasa dikomersialisasi. Musda harus menjadi momentum konsolidasi dan penyatuan gagasan, bukan arena bisnis kepemimpinan,” pungkasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune
HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA
DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG
Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati
SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras
Berita ini 255 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:11 WIT

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:29 WIT

HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:43 WIT

DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:16 WIT

Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:22 WIT

SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:05 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:03 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Berita Terbaru