Banjir Amasing Diduga Dipicu Proyek CV. Labuha Indah Berkarya yang Persempit Saluran Sungai

Minggu, 22 Juni 2025 - 08:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Banjir yang melanda kawasan Amasing Kota, Kota Barat, dan Kota Utara pada (22/6/2025) kembali membuka luka lama soal lemahnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur di daerah aliran sungai. Banjir yang menggenangi rumah-rumah warga hingga setinggi pinggang ini diduga kuat dipicu oleh proyek pembangunan yang memperkecil aliran air di dua sungai utama: Kali Amasing dan Kali Inggoi.

Sebuah foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pengerjaan proyek di sekitar daerah aliran sungai, lengkap dengan alat berat dan material batu besar yang menutup sebagian aliran sungai. Gambar ini menjadi bukti visual yang menguatkan dugaan masyarakat bahwa banjir besar tersebut bukan murni bencana alam, melainkan buah dari kelalaian perencanaan teknis pembangunan.

Proyek yang memperkecil saluran air di kawasan sungai tersebut diduga dikerjakan oleh CV. Labuha Indah Berkarya, sebuah perusahaan lokal yang terlibat dalam pembangunan break water dan penataan kawasan sekitar Tamansari. Warga menduga, pengerjaan proyek oleh perusahaan ini telah mempersempit jalur pembuangan air dari sungai ke laut, sehingga saat hujan deras mengguyur, debit air tak mampu tertampung dan meluap ke permukiman.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga, Al Batjani Hamzah, lewat akun media sosialnya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut bahwa pembangunan break water di kawasan ujung Tamansari diduga menjadi biang kerok utama karena mempersempit jalur pembuangan air.

“Pemerintah daerah dan kontraktor harus bertanggung jawab atas kerugian materiil yang dialami warga Amasing Kota dan sekitarnya. Ini bukan sekadar musibah, tapi kelalaian serius dalam perencanaan,” tulisnya dalam unggahan yang kini ramai dibagikan.

Banjir menyebabkan aktivitas warga lumpuh total. Banyak rumah terendam, perabotan rusak, dan usaha masyarakat terganggu. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.

Masyarakat kini menuntut evaluasi total terhadap proyek-proyek infrastruktur di kawasan hilir sungai, termasuk transparansi atas dokumen perencanaan dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan break water tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun dari pihak CV. Labuha Indah Berkarya terkait dugaan kelalaian proyek. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat.

Warga berharap agar bencana ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa pembangunan tanpa kajian yang matang dapat berujung pada penderitaan masyarakat luas. (red)

Komentar

Berita Terkait

HEARING 26 AGUSTUS: UJI KEBERPIHAKAN DPRD HALUT DAN KEBERANIAN PT. NHM
GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune
HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA
DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG
Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati
SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:29 WIT

HEARING 26 AGUSTUS: UJI KEBERPIHAKAN DPRD HALUT DAN KEBERANIAN PT. NHM

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:11 WIT

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:29 WIT

HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:43 WIT

DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:16 WIT

Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:35 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:05 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:03 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras

Berita Terbaru