tajukmalut.com | Jakarta – Ketua Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT), Mesak Habari, menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras konflik yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, yang telah memakan korban serta keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Mesak, konflik tersebut di sertai dengan penyerangan oleh sekelompok warga terhadap tempat tinggal asal Maluku yang juga menjadi tempat usaha bagi anak-anak muda Maluku dalam mencari nafkah.
Tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu. tambahnya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mesak menegaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya harus bertanggung jawab penuh atas terjadinya konflik yang telah memakan korban. Sebagai pemegang tanggung jawab tertinggi di bidang pemerintahan daerah dan keamanan di DKI Jakarta, keduanya wajib memberikan penjelasan kepada publik mengenai langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan, penyebab terjadinya konflik serta tindakan nyata untuk memulihkan situasi keamanan.
“Negara tidak boleh kalah oleh aksi kekerasan. Ini merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan dan menjadi alarm serius atas lemahnya upaya pencegahan konflik.” tegas Mesak Habari.
Mesak juga menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya segera mengusut tuntas penyebab konflik secara transparan, profesional dan menindak seluruh pelaku kekerasan sesuai hukum yang berlaku tanpa tebang pilih, serta memberikan perlindungan kepada seluruh warga yang terdampak, termasuk menjamin keamanan tempat tinggal dan tempat usaha masyarakat.
“Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman. Tidak boleh ada satu kelompok masyarakat pun yang hidup dalam ketakutan akibat tindakan kekerasan. Aparat penegak hukum harus bertindak cepat, profesional dan adil demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara”kata Ketua SMIT
Mesak yang adalah putera Maluku Utara dari Halmahera Utara, juga meminta agar semua pihak mampu menahan diri dan tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang memcoba mencari keuntungan di situasi konflik seperti ini.
Alhasil, SMIT akan terus mengawal proses penanganan konflik ini hingga seluruh fakta terungkap, para pelaku diproses sesuai hukum dan keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh korban tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun asal daerah.(red)








