tajukmalut.com | Halmahera Selatan Aliansi Garda Kubung memastikan akan melayangkan laporan resmi ke Polda Maluku Utara terhadap dua oknum penyidik yakni YB,ML dan Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan atas dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen Visum et Repertum yang diduga terjadi dalam penanganan perkara penganiayaan yang di lakukan oleh kepala inspektorat kabupaten Halmahera Selatan kepada ketua aliansi garda Kubung saat menggelar aksi demonstrasi pada 15 mei 2025 lalu.
Langkah hukum tersebut diambil setelah Aliansi Garda Kubung menghimpun sejumlah bukti awal yang dinilai relevan, berupa rekaman CCTV, dokumen Visum et Repertum yang diduga tidak sesuai dengan fakta, serta keterangan dari sejumlah saksi.
Ketua Aliansi Garda Kubung, Ringgo Larengsi menegaskan bahwa berdasarkan kajian awal, dugaan perbuatan tersebut berpotensi memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) dan/atau ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemalsuan surat. Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya keterlibatan lebih dari satu pihak, penyidik juga diminta mempertimbangkan penerapan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penyertaan sesuai dengan alat bukti yang diperoleh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak ingin ada praktik yang berpotensi mencederai keadilan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Seluruh bukti yang kami miliki akan kami serahkan kepada Polda Maluku Utara agar dugaan perkara ini diusut secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu,” tegas Ringgo Larengsi.
Aliansi Garda Kubung juga meminta agar pemeriksaan tidak hanya berhenti pada dua oknum penyidik. Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan dinilai perlu dimintai keterangan dan pertanggungjawaban sesuai kewenangan dan perannya dalam fungsi pengawasan terhadap proses penyidikan, apabila terdapat dasar hukum dan alat bukti yang mengarah pada keterlibatan atau kelalaian.
Ketua Aliansi Garda Kubung menegaskan bahwa laporan ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal penegakan hukum yang bersih, profesional, dan akuntabel. Aliansi tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan pembuktian sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku.
Dalam waktu dekat, laporan resmi beserta seluruh barang bukti, antara lain rekaman CCTV, dokumen Visum et Repertum, dan keterangan para saksi, akan disampaikan ke Polda Maluku Utara.
Aliansi Garda Kubung berharap laporan tersebut ditindaklanjuti secara serius sebagai wujud komitmen Polri dalam menegakkan hukum, termasuk terhadap dugaan pelanggaran yang melibatkan anggotanya sendiri, sehingga kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat dapat terwujud.(red)








