SEKDA Haltim Inginkan Usaha KMP di Sektor Ketahanan Pangan, Kadis DPMD : Kecamatan Wasile dan Wasile Timur Layak

Minggu, 30 November 2025 - 10:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Timur – Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Timur, Ricky Chairul Ricfhat mengusulkan Koperasi Merah Putih (KMP) dalam menjalankan usaha mini bisnisnya di sektor ketahanan pangan.

Hal itu disampaikan Sekda Ricky pada acara temu tani dan seminar pertanian di desa Sidomulyo, Sabtu kemarin, 29 November 2025.

Menurut Ricky, Pemerintah Daerah (Pemda) Haltim sangat mendukung kegiatan mini bisnis KMP dalam sektor ketahanan pangan, dan selaras dengan Pemerintah Pusat menetapkan Kabupaten Haltim sebagai lumbung pangannya Provinsi Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haltim adalah wilayah lumbung pangan utama Maluku Utara, saya minta Kadis DPMD lakukan identifikasi usahanya. Saya ingin Wasile dan Wasile Timur mini bisnisnya atau usaha KMP itu disektor ketahanan pangan,” kata, Ricky.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Haltim Chalid Abbas mengatakan, apa yang disampaikan oleh Sekda terkait dengan KMP Wasile dan Wasile Timur agar usaha dan bisnisnya, bergerak di ketahanan pangan karena itu sangat tepat sekali.

Karena kita lihat potensi yang ada di Wasile dan Wasile Timur ini hampir sebagai besar terkait dengan pertanian, dan ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan,” ungkap, Chalid.

Ia juga menjelaskan, namun ada beberapa hal perlu di lakukan perbaikan perbaikan, seperti yang dikeluhkan para petani pada acara temu tani dan seminar pertanian, maka pihaknya akan melakukan penguatan, terutama terkait dengan kesediaan ketahanan pangan.

Secara teknis dan lokasi, serta wilayah memang tepat sekali, KMP di Wasile dan Wasile Timur usahanya bergerak pada ketahanan pangan” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, bukan hanya Wasile dan Wasile Timur, namun sebagai besar di Kabupaten Haltim kita diapit dengan kegiatan kegiatan industri dan sangat dibutuhkan penyediaan suplai pangan, maka KMP di kecamatan lainya juga bisa bergerak pada sektor pangan.

Karena kita juga sudah berkerja sama dengan Universitas Khairun Ternate, dan sudah dibentuk tim dalam rangka melakukan pemetaan sektor usaha-usaha yang akan dilakukan oleh KMP, kita tinggal menunggu hasil rekomendasi dari tim” pungkasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

Rovin Dj; Kuasa Hukum Bupati Halmahera Utara “AMNESIA POLITIK”
Perusahan Personik Alik Daya Vendornya Shopee Express Cabang Tenate Digugat Secara Perdata & Pidana
Anatomi Pertambangan Indonesia (API) Desak ESDM dan KLH Cabut Izin IUP PT Adi Daya Tangguh di Kabupaten Pulau Taliabu
Ketua LPTQ : Ajang MTQ Lahirkan Bakat-Bakat Terbaik Mewakili Haltim Tingkat Provinsi
SMP Alkhairaat Tobelo Dorong Pendidikan Karakter Melalui PPDB 2026
Sekda Haltim Pimpin Rapat Exit Metting Bersama BPK Malut
Warga Galela Dorong Alkhairaat Buka Lembaga Pendidikan
KT&G TSPM Cabang Ternate Digugat ke Disnaker, Sengketa PHK Berpotensi Berlanjut ke Pengadilan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:11 WIT

Rovin Dj; Kuasa Hukum Bupati Halmahera Utara “AMNESIA POLITIK”

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:27 WIT

Perusahan Personik Alik Daya Vendornya Shopee Express Cabang Tenate Digugat Secara Perdata & Pidana

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:06 WIT

Anatomi Pertambangan Indonesia (API) Desak ESDM dan KLH Cabut Izin IUP PT Adi Daya Tangguh di Kabupaten Pulau Taliabu

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:10 WIT

Ketua LPTQ : Ajang MTQ Lahirkan Bakat-Bakat Terbaik Mewakili Haltim Tingkat Provinsi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:19 WIT

Sekda Haltim Pimpin Rapat Exit Metting Bersama BPK Malut

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:13 WIT

Warga Galela Dorong Alkhairaat Buka Lembaga Pendidikan

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:21 WIT

KT&G TSPM Cabang Ternate Digugat ke Disnaker, Sengketa PHK Berpotensi Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:49 WIT

Sambut Kajari Baru, Central Pemuda Halmahera Desak Penuntasan Dugaan Korupsi Proyek Rumah Tematik senilai Rp11,3 Miliar

Berita Terbaru