tajukmalut.com | Halmahera Selatan — Harita Group terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan di kawasan operasinya. Salah satu langkah nyata perusahaan adalah menjadikan Pulau Pasturi sebagai lokasi pusat rehabilitasi terumbu karang melalui pemasangan sekitar 2.600 unit kubus berongga yang berfungsi sebagai media tumbuh bagi biota laut.
Program rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan, terutama dalam menjaga kesehatan ekosistem pesisir di wilayah Halmahera Selatan. Kubus berongga itu dibuat dari material sisa pengolahan feronikel, yang telah diolah sehingga aman dan sesuai standar lingkungan untuk digunakan sebagai artificial reef (terumbu buatan).
Manajemen Harita Group menjelaskan bahwa penggunaan kubus berongga bukan hanya bentuk inovasi pengelolaan limbah industri, tetapi juga instrumen ekologis yang terbukti efektif memulihkan habitat laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Struktur berongga pada kubus memungkinkan terumbu karang menempel dengan baik, sekaligus menjadi tempat berlindung berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya. Kami ingin Pulau Pasturi menjadi pusat pemulihan ekosistem laut yang berkelanjutan,” ungkap Marine Environment Specialist Harita Nickel, Aldico Satria Ganesa
Program rehabilitasi ini dilakukan secara bertahap dengan pemetaan kondisi perairan, identifikasi kerusakan terumbu karang, hingga monitoring rutin untuk melihat pertumbuhan dan keberhasilan transplantasi.
Selain sebagai lokasi rehabilitasi, Pulau Pasturi juga diarahkan menjadi area edukasi lingkungan bagi komunitas lokal, pelajar, dan mitra lingkungan. Harita Group menyebut, keberadaan terumbu buatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran mengenai konservasi laut, keanekaragaman hayati, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
“Kami ingin masyarakat dapat melihat bagaimana program rehabilitasi berjalan secara ilmiah dan berkelanjutan. Ini juga bentuk kontribusi perusahaan terhadap peningkatan literasi lingkungan,” tambah Aldico.
Penggunaan sisa pengolahan feronikel untuk membuat kubus berongga menjadi salah satu contoh circular economy yang diterapkan Harita Group. Limbah yang biasanya tidak memiliki nilai tambah kini diubah menjadi media pemulihan lingkungan.
Pendekatan ini dinilai sebagai langkah positif yang mendukung agenda industri hijau dan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab.
Harita Group menegaskan bahwa pemasangan 2.600 kubus berongga hanyalah fase awal dari program pemulihan terumbu karang di Pulau Pasturi. Ke depan, perusahaan akan memperluas area rehabilitasi, meningkatkan monitoring biofisik laut, dan menggandeng lembaga akademik untuk memastikan pemulihan ekosistem berjalan optimal.
“Kesehatan laut adalah bagian vital dari keberlanjutan aktivitas industri dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami akan terus memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan,” tutupnya.(red)









