DPMD Halsel Dituding Kehabisan Ide Kreatif, Kegiatan Rp25 Juta Per Desa Dinilai Hanya Mubazir Anggaran

Rabu, 24 September 2025 - 02:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan kembali menjadi sorotan. Program yang mewajibkan setiap desa menyetor Rp25 juta untuk kegiatan yang dipusatkan di Jatinangor, Kabupaten Bandung, dinilai hanya membebani desa tanpa memberi manfaat nyata. Total anggaran yang mencapai Rp6,2 miliar dari 249 desa bahkan disebut sebagai bentuk pemborosan yang terang-terangan.

Ketua LSM Sigaro Research, Sugiarto M. Taher, menegaskan bahwa kebijakan DPMD ini adalah cerminan dari ketidakmampuan merumuskan program kreatif yang benar-benar menjawab kebutuhan desa. “Kalau tujuannya untuk memperkuat kapasitas desa, kenapa harus dibawa ke Jatinangor? Mengapa tidak dilaksanakan di Halsel dengan mengundang pemateri? Dengan begitu, uang miliaran rupiah bisa ikut memutar roda ekonomi lokal,” katanya, (24/092025)

Ia menyebut, program ini hanya memperlihatkan DPMD sedang kehabisan gagasan. “Ini bukti nyata bahwa mereka tak lagi punya ide inovatif. Desa malah dijadikan objek untuk menutup kebuntuan birokrasi. Uang rakyat yang seharusnya dipakai untuk infrastruktur atau pemberdayaan, malah habis di perjalanan dan seremonial,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sugiarto juga mengkritik peran APDESI Halsel yang menurutnya hanya menjadi penonton. “APDESI mestinya jadi benteng desa, tapi kenyataannya mereka diam. Padahal, kebijakan ini jelas-jelas merugikan desa. Kalau terus pasif, lebih baik bubarkan saja APDESI,” ujarnya.

Menurut Sugiarto, alasan kegiatan dilakukan di luar daerah justru memperlihatkan bahwa DPMD tidak memahami konteks sosial budaya Halsel. “Kalau pemateri datang ke Halsel, mereka bisa melihat langsung persoalan yang dihadapi desa. Tapi dengan kegiatan di luar daerah, yang terjadi hanyalah plesiran dengan baju resmi. Itu bukan solusi, itu pemborosan,” tandasnya.

Ia menilai, situasi ini berpotensi membuka ruang praktik korupsi. “Anggaran Rp25 juta per desa itu besar. Kalau tidak transparan, bisa jadi ladang pungli. Ini bukan sekadar mubazir, tapi juga bentuk penyalahgunaan wewenang,” kata Sugiarto.

LSM Sigaro Research menegaskan akan terus mengawal isu ini agar desa tidak lagi dijadikan korban eksperimen program yang gagal. “Kami mendesak aparat penegak hukum juga turun tangan. Jangan tunggu skandal ini meledak lebih besar. Desa perlu dilindungi, bukan diperas,” pungkasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune
HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA
DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG
Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati
SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:11 WIT

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:29 WIT

HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:43 WIT

DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:16 WIT

Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:22 WIT

SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:05 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:03 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Berita Terbaru