tajukmalut.com | Halmahera Selatan – Kritik Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, soal lemahnya kualitas dokumen Rencana Strategis (Renstra) yang disusun sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapat sorotan tajam dari kalangan muda.
Afrisal Kasim, mahasiswa Universitas Nurul Hasan Bacan, menegaskan bahwa masalah copy-paste Renstra adalah bentuk nyata ketidakprofesionalan birokrasi. Ia menilai hal ini tidak boleh dibiarkan jika pemerintah daerah benar-benar berkomitmen menjalankan visi-misi “Halsel Senyum” dengan semangat Transformasi Senyum Prima Bernilai.
“Kalau memang benar Renstra OPD itu hanya hasil copy-paste, berarti kepala OPD yang bersangkutan tidak punya integritas dan tidak layak memimpin. Wajib hukumnya bagi Bupati untuk segera mencopot mereka,” tegas Afrisal, Jum’at (1/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, misi pemerintahan Halsel jelas menekankan tata kelola yang profesional, berintegritas, adaptif, dan melayani. Maka, keberadaan pejabat yang justru bekerja asal-asalan sama saja merusak arah pembangunan daerah.
“Bagaimana mau wujudkan transformasi birokrasi kalau kepala OPD saja tidak serius? Ini mencederai cita-cita Halsel Senyum yang sedang digagas. Bupati jangan ragu, segera ganti dengan pejabat yang punya kapasitas dan komitmen kerja nyata,” tegas Afrisal.
Ia juga menyebut bahwa kualitas Renstra merupakan cerminan kualitas kepemimpinan OPD. Jika sejak awal dokumen perencanaan dibuat asal-asalan, maka dapat dipastikan program yang dijalankan ke depan akan bermasalah.
“Renstra itu bukan formalitas. Itu peta jalan pembangunan lima tahun. Kalau dari awal sudah lemah, maka arah pembangunan pasti melenceng. Jangan biarkan pejabat model begini merusak sistem,” tambahnya.
Afrisal menilai, evaluasi Renstra yang dipimpin langsung Wakil Bupati harus dijadikan momentum bersih-bersih birokrasi. Ia mendukung langkah Bupati dan Wabup untuk menjadikan evaluasi ini sebagai dasar rotasi jabatan.
“Ini waktunya tunjukkan komitmen. Kalau Bupati benar-benar ingin wujudkan Halsel Senyum, maka bersihkan OPD dari pejabat yang tidak profesional. Jangan ada toleransi untuk mereka yang hanya duduk di kursi tapi tidak bekerja,” pungkasnya.(red)










