Sekolah di Desa Kubung Kembali Ditutup Akibat Sengketa Lahan, Pendidikan Anak Terhenti

Kamis, 6 November 2025 - 12:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tajukmalut.com| Halmahera Selatan — Aktivitas pendidikan di Desa Kubung kembali lumpuh menyusul pemalangan terhadap bangunan sekolah oleh pemilik lahan. Penutupan itu dilakukan karena pemerintah desa belum menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan yang telah disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes) tahun anggaran 2025.

Pemalangan serupa pernah terjadi sebelumnya dan sempat dibuka setelah adanya komitmen penyelesaian. Namun, hingga pencairan Dana Desa tahap dua berjalan, pembayaran lahan tak kunjung direalisasikan. Kondisi ini membuat pemilik lahan merasa dirugikan dan memilih kembali memblokade akses sekolah.

“Kami hanya menuntut hak yang sudah disepakati bersama dalam Musdes. Janji penyelesaian sudah berulang kali disampaikan, tetapi tidak pernah direalisasikan. Selama hak kami belum dibayar, palang tidak akan dibuka,” tegas pemilik lahan kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

alt="ads" />

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat penutupan ini, kegiatan belajar mengajar terhenti total. Puluhan siswa terpaksa kembali ke rumah dan tidak dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa. Orang tua siswa mengaku kecewa dan cemas terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Anak-anak sudah bersiap masuk sekolah, tapi sekarang terhalang lagi. Pemerintah desa harus segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai anak-anak menjadi korban,” ungkap salah satu orang tua murid.

Tokoh masyarakat setempat juga menilai persoalan ini seharusnya tidak berlarut-larut apabila pemerintah desa menunjukkan komitmen dalam menjalankan keputusan Musdes.

Kesepakatan sudah ada, tinggal dijalankan. Ini bukan hanya urusan administrasi, tapi menyangkut masa depan generasi muda. Kalau sekolah terus-terusan ditutup, siapa yang bertanggung jawab terhadap hilangnya hak pendidikan anak?” ujarnya.

Warga mendesak pemerintah desa agar segera membayarkan ganti rugi lahan sesuai kesepakatan, sekaligus meminta pemerintah daerah dan dinas terkait turun tangan untuk menengahi persoalan ini agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal.(red)

Komentar

Berita Terkait

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune
HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA
DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG
Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati
SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Besuk Korban Penikaman di Anggai, Apresiasi Gerak Cepat Polsek Obi
Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun
Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:11 WIT

GMNI Halsel: Pemkab Halmahera Selatan Diduga Tutup Mata Soal Penjualan Miras di Fortune

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:29 WIT

HANTAM Malut: “Suara Referendum” Sinyal Kepercayaan ke Negara Menurun, Maluku Utara Butuh Kontrak Baru SDA

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:43 WIT

DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI, PA MALUT LAPORAN KPU TIDORE KE KEJAGUNG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:16 WIT

Ibu Hamil dan Menyesui Zona Wasile Menerima Insentif, Sekda Haltim : Program Ini Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:22 WIT

SMIT Dukung Wacana Federal: Kesatuan Politik Tanpa Keadilan Ekonomi Adalah Ketimpangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:05 WIT

Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Haltim di Proyeksikan Rp147.137 Triliun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:03 WIT

Ketua GMNI Halsel Munawir Mandar Desak Pemkab Halsel Tutup Fortune yang Diduga Jual Miras

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIT

BEM FIB UNKHAIR Gelar Manifesto FIB UNKHAIR 2026, Seni sebagai Instrumen Jalan Juang dan Jalan Pulang

Berita Terbaru