tajukmalut.com | Jakarta – Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA Halsel) se-Jabodetabek-Banten melayangkan kritik dan kecaman yang sangat tajam kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan serta seluruh anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Gane.
Sikap ini dipicu oleh ketidakpedulian yang nyata, kelambatan merespons, dan ketiadaan aksi konkret di lapangan pascabencana kebakaran hutan serta perkebunan produktif milik warga yang melanda wilayah Gane Barat Selatan.
Pernyataan keras ini di sampaikan langsung oleh Sahdan Abjan Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten menyusul laporan meluasnya titik api di area perkebunan kelapa dan cengkeh masyarakat.
Kebakaran hebat ini tidak hanya mengancam ekosistem, namun telah melumpuhkan total sumber mata pencaharian utama warga setempat.
Sahdan menegaskan bahwa Pemda Halsel di bawah kepemimpinan Bupati terkesan menutup mata.
Otoritas daerah dinilai gagal menggerakkan instansi teknis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pertanian untuk melakukan lokalisasi api secara sistematis guna menyelamatkan sisa kebun warga.
Kebakaran yang terus meluas yang berlangsung selama 2 hari tanpa kendali ini dipandang sebagai bukti nyata lemahnya mitigasi krisis lingkungan dan kebencanaan dari Pemda.
Kritik pedas juga dialamatkan kepada jajaran legislatif. Para anggota DPRD Halsel dari Dapil Gane disorot karena bersikap pasif dan seolah tidak peduli dengan petaka ekonomi yang menimpa konstituen mereka.
“Kebakaran hutan dan kebun warga di Gane Barat Selatan ini adalah bencana ekonomi dan ruang hidup rakyat.
Ratusan pohon kelapa dan pala yang dirawat bertahun-tahun lenyap menjadi abu.
Di mana suara dan kepedulian anggota DPRD Dapil Gane? Mengapa sampai hari ini mereka bungkam dan tidak mendesak Pemda secara radikal untuk menyelamatkan kebun-kebun rakyat? Gane jangan hanya diingat saat butuh suara di Pemilu!” tegas Sahdan Ketua Bidang PTKP HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten.
Atas kondisi kritis kemanusiaan dan ekonomi yang melanda Gane Barat Selatan, HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten mengeluarkan tuntutan tegas:
1. Mendesak Pemda Halsel untuk segera menerjunkan tim penanggulangan bencana karhutla skala besar lengkap dengan fasilitas pemadam ke Gane Barat Selatan guna memutus perambatan titik api secepatnya.
2. Menuntut Pemda Halsel melakukan pendataan komprehensif atas kerugian lahan kebun warga dan memberikan skema ganti rugi atau bantuan bibit tanaman produktif jangka panjang bagi petani terdampak.
3. Mendesak DPRD Dapil Gane untuk menghentikan rutinitas seremonialnya dan segera turun memimpin pengawasan penanggulangan karhutla di dapilnya, serta segera menginisiasi rapat darurat alokasi anggaran penanganan bencana.
4. Menuntut Transparansi Anggaran tanggap darurat daerah agar alokasinya benar-benar dirasakan oleh masyarakat adat dan petani di Gane Barat Selatan yang saat ini kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran.
5. Mendesak Bupati Ali Basam Kasuba segera Copot Kadeis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
HIPMA Halsel Jabodetabek-Banten memperingatkan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada langkah strategis dan perubahan sikap yang signifikan dari Pemda Halsel maupun DPRD Dapil Gane, Kami siap melakukan konsolidasi massa dan menggelar aksi solidaritas pemuda dan mahasiswa demi membela hak-hak hidup petani Gane Barat Selatan.(red)







